PANGANDARAN, LingkarJabar – Partai Golkar resmi memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 pada Oktober 2025. Momen bersejarah ini tidak hanya dirayakan secara seremonial, melainkan diwujudkan dengan instruksi DPP Golkar agar seluruh kader di seluruh Indonesia turun langsung ke masyarakat melalui aksi sosial serentak.
Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi Golkar, Agun Gunandjar Sudarsa, menegaskan bahwa instruksi ini sejalan dengan komitmen partai untuk selalu hadir menjawab kebutuhan rakyat. “Golkar lahir dari rakyat dan kembali berjuang untuk rakyat. Karena itu, kegiatan sosial menjadi cara kami mempertegas keberpihakan kepada masyarakat,” ujar Agun.
Di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar, arah perjuangan partai diperbarui melalui perubahan tagline. Jika sebelumnya berbunyi “Suara Golkar, Suara Raya”, kini diubah menjadi “Suara Rakyat, Suara Golkar”.
Agun menjelaskan bahwa perubahan ini bukan sekadar permainan kata, melainkan bentuk penegasan jati diri partai. “Apa yang menjadi kehendak rakyat, itulah yang harus menjadi kehendak Golkar. Karena suara Golkar adalah suara rakyat, dan rakyatlah sumber kekuatan Golkar,” tegasnya.
Partai Golkar memiliki rekam jejak panjang dalam sejarah politik Indonesia. Berawal dari Sekretariat Bersama berbagai organisasi kemasyarakatan, Golkar lahir sebagai jawaban atas ancaman ideologi komunisme, radikalisme, hingga paham keagamaan ekstrem yang mengancam keutuhan bangsa.
Dengan doktrin karya kekaryaan, Golkar menempatkan diri sebagai kekuatan politik pembangunan yang berorientasi pada kerja nyata. Berbeda dengan partai lain, Golkar sejak awal berdiri mengedepankan prinsip pengabdian dan kontribusi langsung terhadap kemajuan bangsa.
Untuk memperingati HUT ke-61, DPP Golkar mewajibkan seluruh jajaran partai, dari tingkat pusat hingga daerah, melaksanakan tiga program sosial utama secara serentak.
“Program tersebut meliputi Pasar Murah yang menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau guna meringankan beban masyarakat di tengah naiknya harga pangan. Pengobatan Gratis bagi masyarakat kecil, khususnya di daerah terpencil, dan Santunan Anak Yatim sebagai bentuk kepedulian Golkar terhadap generasi penerus bangsa yang membutuhkan dukungan moral dan material,’ bebernya.
Menurut Agun, program tersebut merupakan jawaban konkret atas persoalan mendasar yang masih dihadapi rakyat Indonesia, meski usia kemerdekaan telah mencapai delapan dekade.
Agun menyoroti sejumlah isu krusial yang masih membayangi kehidupan masyarakat, mulai dari akses pendidikan, layanan kesehatan, gizi anak, stunting, hingga minimnya lapangan pekerjaan. Menurutnya, inilah tantangan nyata yang harus dijawab oleh Golkar sebagai partai politik besar.
“Kondisi masyarakat kita masih berkutat pada persoalan mendasar. Karena itu, kegiatan sosial yang kami lakukan bukan sekadar simbolis, tetapi implementasi nyata untuk membantu meringankan beban rakyat,” ungkap Agun.
Perayaan HUT ke-61 Golkar menjadi bukti bahwa partai ini tidak hanya hadir dalam ruang politik, tetapi juga turun langsung ke tengah masyarakat. Dengan menggerakkan kader di seluruh daerah, Golkar ingin memastikan bahwa tagline “Suara Rakyat, Suara Golkar” bukan hanya slogan, melainkan gerakan yang benar-benar dirasakan rakyat.
“Dengan pasar murah, pengobatan gratis, dan santunan anak yatim, Golkar ingin menunjukkan kepedulian nyata. Kami ingin masyarakat merasakan kehadiran Golkar dalam kehidupan sehari-hari. Inilah bentuk implementasi dari tagline yang kami usung,” pungkasnya.






