BANJAR, LingkarJabar – Kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa siswa-siswi di SMPN 3 Banjar masih menjadi perhatian serius. Hingga Kamis, 2 Oktober 2025, pukul 08.20 WIB, tercatat sebanyak 79 siswa menjadi korban dan mendapat penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan di Kota Banjar.
Kepala Puskesmas Banjar 3, dr. Sari Wiharso, mengungkapkan bahwa dari total 79 siswa, 42 di antaranya masih menjalani perawatan, sementara 37 siswa lainnya sudah diperbolehkan pulang.
“Data hari ini, 79 korban. Sebanyak 42 masih dirawat, 37 sudah pulang. Perawatan tersebar di RSUD, RSMI, RS Patroman, serta Puskesmas Pataruman 1,” jelasnya.
Dinas Kesehatan Kota Banjar melalui laporan resminya menegaskan bahwa kategori “masih dirawat” mencakup pasien baru yang sedang dalam tahap observasi. Hingga saat ini, tim medis terus melakukan pemantauan ketat serta menelusuri penyebab pasti dari kejadian keracunan massal tersebut.
Pemerintah Kota Banjar mengimbau orang tua siswa untuk tetap tenang dan mempercayakan perawatan kepada tenaga medis. Di sisi lain, pihak sekolah bersama dinas terkait juga terus berkoordinasi agar seluruh siswa terdampak mendapat penanganan cepat dan tepat.
Sebelumnya, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Diandini, mengungkapkan pihak sekolah sebenarnya sudah mengingatkan wali kelas agar mewaspadai kondisi makanan sebelum disantap siswa.
“Saya sudah menginstruksikan, jika makanan tercium bau atau tampak basi, agar jangan dikonsumsi. Setiap kelas juga dipantau wali kelas masing-masing,” ujarnya kepada awak media, Rabu 01 Oktober 2025.
Salah satu siswa kelas VIII, El Zanabbi Maulana Wijaya, menuturkan dirinya bersama teman-teman sempat ragu sebelum menyantap hidangan.
“Kalau yang saya makan sih nggak bau, seperti makanan lainnya. Kebetulan menunya ayam suwir,” ucap El Zanabbi. Namun, ia juga mendengar ada beberapa teman yang mengeluhkan bau tidak sedap pada menu yang sama.






