Berita  

Pemdes Margacinta Sediakan Mobil Layanan Kesehatan Masyarakat dari Dana Desa

Pemdes Margacinta Sediakan Mobil Layanan Kesehatan Masyarakat dari Dana Desa. Foto: doc.Pemdes Margacinta/LJ

PANGANDARAN, LingkarJabar – Banyak desa di Indonesia secara proaktif menyiapkan mobil layanan kesehatan masyarakat atau mobil siaga desa untuk meningkatkan aksesibilitas layanan medis bagi warga, terutama dalam kondisi darurat. Mobil ini digunakan untuk mengangkut pasien ke puskesmas atau rumah sakit, serta menyediakan layanan kesehatan lainnya, dan dapat dibiayai dari dana desa atau donasi.

Tujuannya adalah mempermudah masyarakat mendapatkan bantuan medis dan memastikan tidak ada warga yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan.

Untuk menunjang kebutuhan layanan Kesehatan tingkat desa, Pemerintahan Desa (Pemdes) Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat pun kini sudah memiliki kendaraan Layanan Kesehatan Masyarakat yang siap digunakan kapan saja ketika warga masyarakat membutuhkannya.

Kepala Desa Margacinta, Enceng Anwar Solihin menyebutkan bahwa pengadaan mobil Unit Layangan Kesehatan Masyarakat itu dibeli menggunakan Dana Desa dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa atau APBDes Tahun Anggaran 2025.

“Kenapa Pemdes Margacinta mau membelanjakan ataupun belanja mobil itu dikhususkan untuk masyarakat yang memang membutuhkan untuk berobat, atau pun pengobatan serta kontrol pasca sakit,” ujarnya kepada lingkarjabar melalui pesan singkat Voicenote Aplikasi WhatsApp, Senin 15 September 2025.

Kata Enceng, mobil Unit Layanan Kesehatan Masyarakat ini sipatnya ambulans, akan tetapi ambulans multifungsi dikarenakan tidak semua pasien harus telentang pakai brankar.

“Banyak pasien yang tidak membutuhkan brankar, jadi kursi tetap ada sehingga mobil tersebut jadi ambulans multifunsi,” terangnya.

Enceng menegaskan, mobil Unit Layanan Masyarakat diperuntukan atau digunakan untuk melayani masyarakat yang memang tidak sehat atau sakit ketika mau kontrol atau berobat baik ke Puskesmas maupun ke RSUD.

“Bagi yang menggunakan mobil tersebut, warga masyarakat hanya dibebani membeli bensin dan makan sopirnya saja, untuk hal lainya itu ditanggung oleh Pemeritah Desa,” ucap Enceng.

Untuk sopir mobil Unit Layanan Kesehatan Masyarakat tersebut, sambung Enceng, pihaknya kedepan akan menyiapkan sopir khusus yang akan ditetapkan olehPeraturan Desa (Perdes) terkait dengan penggunaan mobil termasuk dengan penugasan sopir.

“Lantaran belum ditetapkan, maka untuk sementara sopir mobil Unit Layanan Kesehatan Masyarakat melibatkan Kepala Dusun yang memang sudah biasa atau profesinya sebagai sopir yang hafal baik luar kota maupun dalam kota sudah biasa,” ungkapnya.

Enceng juga mengutarakan, alasan kenapa pihaknya membelanjakan kendaraan untuk dijadikan Unit Layanan Kesehatan Masyarakat. Menurutnya, kenapa Pemdes Margacinta sangatlah respon atau respect dengan keluhan masyarakat dalam hal kesehatan. Karena, kami mempunyai Visi yaitu “Margacinta yang Aman, Sehat dan Sejahtera”.

“Jadi, kalau targetnya sejahtera, berarti harus sehat dulu, sementara, misalkan fasilitas sudah bisa disiapkan namun tidak disiapkan oleh desa, maka itu akan berjauhan dengan visi. Dimana sejahteranya, karena akses untuk masyarakat sehatnya tidak dicapai. Makanya dengan ini, saya menyiapkan kendaraan unit Layanan Kesehatan untuk supaya warga masyarakat kami bisa terlayani dengan mudah,” pungkasnya. (dry)