CIAMIS, LingkarJabar – Aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa di depan Gedung DPRD Kabupaten Ciamis pada Senin 01 September 2025 berakhir ricuh.
Demonstrasi yang semula berjalan damai berubah memanas setelah massa membakar ban, sehingga menyebabkan gerbang utama gedung ikut terbakar.
Aksi Demonstrasi tersebut pun mendapatkan pengamanan ketat dari Polres Ciamis bersama jajaran Kodim 0613 serta Brimob Polda Jabar menerjunkan 395 personel gabungan.
Massa aksi yang tergabung dalam aliansi sejumlah organisasi kemahasiswaan menyampaikan beragam tuntutan. Isu yang diangkat mulai dari kebijakan pemerintah daerah hingga kritik terhadap kinerja DPRD Ciamis. Aksi dimulai sekitar pukul 15.00 WIB dengan orasi dan penyampaian aspirasi.
Ketegangan meningkat saat demonstran menumpuk ban bekas di depan gerbang utama gedung dan membakarnya. Api dengan cepat merambat ke gerbang besi hingga menimbulkan asap pekat serta kepanikan di sekitar lokasi.
“Kami kecewa karena aspirasi kami tidak pernah didengar. Pembakaran ban ini adalah simbol kemarahan rakyat,” tegas Wahyu, salah satu orator aksi.
Sementara itu, Kapolres Ciamis, AKBP Hidayatullah, menegaskan bahwa jajarannya mengedepankan pendekatan humanis dalam memberikan pelayanan kepada massa aksi unjuk rasa.
“Kami telah berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan penuh tanggung jawab. Setiap aspirasi yang disampaikan aliansi mahasiswa kami layani secara humanis,” ujarnya.
Namun demikian, polisi juga mengamankan lima orang yang diduga berusaha memprovokasi jalannya aksi.
“Kelompok tersebut mengenakan pakaian serba hitam dengan atribut dan masker. Saat ini mereka masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan,” tambahnya.
Hidayatullah menegaskan, siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran hukum akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia juga menyampaikan, setelah aksi selesai, petugas gabungan ikut melakukan pembersihan sisa sampah serta bekas pembakaran ban di sekitar lokasi unjuk rasa.
“Secara keseluruhan, kegiatan berjalan aman dan lancar. Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat yang bersama-sama menjaga kondusivitas di Ciamis,” tegasnya. (Cucu Agus Lesmana)






