BOGOR, LingkarJabar – Anggota DPR RI Komisi IX, drh. H. Achmad Ru’yat, MS.i melaksanakan sosialisasi program GERMAS bersama Kementerian Kesehatan RI di Yayasan Pondok Pesantren Al Furqoniyah, Kampung Citugu, Desa Tugu Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. pada Rabu 27 Agustus 2025.
Kegiatan ini dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, majelis taklim, kader, PWRI, hingga petugas sosial.
Ketua Yayasan Al Furqoniyah yang juga Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Ading Ahmad Nazir, menjelaskan bahwa drh. H. Achmad Ru’yat, MS.i duduk di Komisi IX yang membidangi kesehatan, maka kegiatan kali ini difokuskan pada edukasi terkait alat kesehatan (Alkes) dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT).
“Beliau (Ahmad Ruhiyat,red) menggandeng Kementerian Kesehatan agar masyarakat lebih memahami pentingnya menggunakan alat kesehatan yang sehat, aman, dan sesuai aturan. Apalagi, kejadian di Sukabumi beberapa waktu lalu mengingatkan kita semua tentang urgensi pengetahuan ini,” ujar Ading.
Ading juga menyinggung Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan. Dalam aturan tersebut ditegaskan bahwa Alkes dan PKRT yang beredar maupun digunakan dalam pelayanan kesehatan harus memiliki izin edar serta terjamin mutu, keamanan, kemanfaatan, dan keterjangkauannya.
“Oleh karena itu, pengawasan sekaligus sosialisasi kepada masyarakat sangat penting. Edukasi ini kami angkat dengan tema ‘Penggunaan Alkes dan PKRT yang Baik’, menghadirkan narasumber dari Kemenkes yang kompeten di bidangnya,” jelasnya.
Ading berharap kegiatan sosialisasi program GERMAS membawa manfaat nyata. “Semoga ilmu yang disampaikan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Salah seorang anggota PWRI, Nurhasanah, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru dari edukasi yang diberikan dalam sosialisasi program GERMAS.
“Materi dari Kemenkes sangat bermanfaat, terutama bagi kami yang awam. Dalam kehidupan sehari-hari, pasti kita akan berhubungan dengan alat kesehatan dan PKRT karena setiap orang berpotensi mengalami sakit,” tuturnya. (Riswan Nurdin)






