Berita  

Perjuangan Keluarga Guru Honor di Sukabumi untuk Kesembuhan Anaknya yang Menderita Penyakit Kulit

SUKABUMI, LingkarJabar – Suami-istri yang bekerja sebagai Guru honor yang beralamat di Kampung Kubang, Desa Pasir Datar Indah, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi. Heri Eriansyah dan Yati Rohayati, sedang berjuang demi kesembuhan anaknya, Zihad, yang menderita penyakit kulit langka (Candidiasis) sejak usia 1 tahun. Meskipun telah menjalani perawatan di rumah sakit dan pengobatan selama beberapa tahun, kondisi Zihad masih belum sepenuhnya pulih.

Awalnya, Zihad mengalami sakit dan diharuskan dirawat inap di rumah sakit. Saat dalam masa perawatan, timbul bercak putih di mulut Zihad. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter mengatakan bahwa bercak putih tersebut adalah jamur.

Satu tahun kemudian setelah kejadian tersebut, ketika usia Zihad menginjak 2 tahun timbul bercak kecil seperti jerawat dan terasa gatal pada tangannya. Saat itu Zihad hanya diobati menggunakan salep, namun setelah diobati bukannya membaik malah penyakit tersebut semakin meluas dan melebar seperti lingkaran obat nyamuk.

Karena khawatir akhirnya orangtua Zihad pun kembali membawa Zihad ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan ke dokter kulit. Setelah ditangani dokter spesialis kulit, Zihad dapat kembali pulih. Namun selang beberapa minggu timbul lagi bercak seperti terkena api.

Sempat menjalani rawat jalan selama kurang lebih sekitar 3 tahun di RSHS Bandung, kondisi Zihad pun mulai mengalami perubahan. Yang asalnya ruam atau luka pada kulit Zihad hampir di sekujur tubuh, kini hanya tersisa pada bagian wajah dan tangan kanannya saja.

“Sebetulnya kami sekeluarga ingin sekali membawa Zihad berobat ke Jakarta tapi karena terkendala biaya kami belum bisa membawa Zihad kesana,” ujar Yati saat diwawancarai.

Meskipun demikian, Zihad tetap semangat untuk bersekolah dan beraktivitas seperti anak-anak lainnya. Saat ini, Zihad duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar dan mulai percaya diri dengan kondisinya.

“Harapan kami pemerintah Kabupaten Sukabumi bisa membantu pengobatan Zihad hingga sembuh, agar Zihad bisa beraktivitas secara normal,” tandas Yati.

Kisah perjuangan Orang tua dan Zihad ini diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk membantu keluarga yang membutuhkan. Dengan bantuan dan dukungan yang tepat, diharapkan Zihad dapat sembuh dan menjalani hidup yang normal. (Wn)