Berita  

GPI Kota Banjar Soroti Kejanggalan Seleksi BAZNAS 2025–2030, Desak Evaluasi Keputusan

Ketua PD GPI Kota Banjar, Aan Setiana. Foto: ist/LJ

BANJAR, LingkarJabar Pengurus Daerah Gerakan Pemuda Islam (PD GPI) Kota Banjar secara resmi menyampaikan pernyataan sikap terkait proses seleksi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Banjar periode 2025–2030. Ketua PD GPI Kota Banjar, Aan Setiana, menilai pelaksanaan seleksi tersebut menyisakan sejumlah kejanggalan yang dinilai perlu diklarifikasi secara terbuka.

Dalam keterangan pers yang disampaikan pada Kamis malam 24’Juli 2025, Aan menyoroti dugaan kuat bahwa proses seleksi lebih mengedepankan kepentingan kelompok tertentu ketimbang hasil objektif dari tahapan seleksi yang telah dilalui para peserta.

“Terlihat dari usulan pelantikan yang diajukan, di mana peserta dengan nilai rendah justru tetap diajukan untuk dilantik sebagai Amilin BAZNAS. Ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai integritas proses seleksi tersebut,” ujar Aan Setiana kepada awak media.

Lebih lanjut, Aan menyampaikan peringatan keras atas dugaan ketidakadilan dalam proses seleksi. Menurutnya, jika hasil seleksi tidak dijadikan acuan utama dan justru diwarnai oleh kepentingan politis, maka seluruh proses yang telah dilalui akan kehilangan makna.

“Kami khawatir, sejak awal proses ini tidak didasari oleh semangat kejujuran. Padahal, para Amilin akan mengelola dana umat yang sangat besar. Bila tahap awal saja tidak adil, maka potensi penyimpangan dalam pengelolaan dana akan semakin besar,” tegasnya.

Berdasarkan kondisi tersebut, PD GPI Kota Banjar mendesak pihak-pihak terkait untuk mengevaluasi keputusan yang telah diambil. Mereka mendorong adanya langkah korektif demi menjaga kredibilitas dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pengelola zakat.

“Kami menyerukan agar seluruh proses seleksi dikaji ulang dengan mengedepankan asas keadilan, transparansi, dan profesionalisme. Jangan sampai ada celah yang bisa merusak amanah besar ini,” tambah Aan.

Ia menegaskan kembali bahwa bila proses pemilihan Amilin BAZNAS tidak diawali dengan kejujuran, maka potensi penyimpangan dalam pelaksanaannya sangat mungkin terjadi.

“Mari kita jaga marwah lembaga zakat ini agar tetap menjadi tempat yang amanah dan dipercaya umat,” pungkasnya. (Joe)