Opini  

GAZA MAKIN MENDERITA, PENYADARAN UMAT HARUS SEGERA

LingkarJabar – Kepala eksekutif LSM Rabih Torbay mengungkapkan pada Kamis pagi, 10 Juli 2025, sedikitnya 15 orang dilaporkan tewas, termasuk 10 anak-anak. Kerumunan warga Gaza diserang Israel saat sedang menunggu dibukanya posko layanan kesehatan. Itu adalah pelanggaran secara terang-terangan yang kesekian kalinya dilakukan oleh Israel. Mereka mengklaim menyerang pejuang Palestina di bawah pimpinan Hamas pada 7 Oktober 2023. Serangan ini terjadi di tengah negosiasi mengenai gencatan senjata 60 hari. ( www.tirto.id 10/7/2025 )

Pejabat PBB, Francesca Albanese, dikenakan sanksi oleh AS setelah mengungkap peran Microsoft, Amazon, dan Google dalam genosida di Gaza. Pejabat PBB tersebut adalah salah satu pengkritik perang Israel di Gaza yang paling vokal; beliau menyebut perang di Gaza sebagai bentuk genosida terhadap warga Palestina. Sebelumnya, beliau pernah mengkritik Presiden AS atas kebijakan-kebijakannya, termasuk pengusiran secara paksa terhadap warga Palestina dengan mengambil alih Jalur Gaza. AS, awal bulan ini, meminta PBB untuk mencopot jabatan Albanese. Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari Albanese. (www.gazamedia.net 10/7/2025)

Gaza masih terus menjadi sasaran genosida dengan cara yang semakin mengerikan. Bahkan, Gaza juga disinyalir menjadi tempat uji coba senjata. Kita mendapati Zionis Yahudi mencari segala macam cara untuk memudahkan genosida Muslim Gaza. Dengan kejamnya, mereka menahan bantuan makanan yang akan masuk ke Gaza; dengan sengaja, mereka membiarkan rakyat Gaza kelaparan. Tak cukup sampai di situ, mereka menentukan titik pengambilan bantuan, dan ketika rakyat Gaza berkerumun, dengan tidak berperikemanusiaan, mereka menyerang rakyat Gaza hingga banyak korban berjatuhan.

Genosida di Gaza/Palestina sungguh sudah di luar batas kemanusiaan. Pemimpin negeri Muslim, alih-alih membantu mengusir Zionis, justru menggandeng tangan dengan mesra negara Yahudi itu. Mereka adalah pengkhianat sejati. Ada banyak pengamat yang mengkritik tindakan Zionis tersebut. Namun, mereka juga tidak memberikan solusi.

Warga Palestina yang lurus, tidak mungkin memberikan tanah kaum Muslim kepada penjajah. Sejak dibebaskan pada masa Khalifah Umar bin Khaththab, tanah Palestina adalah milik kaum Muslim. Palestina bukanlah pengkhianat seperti karakteristik Zionis Israel. Karena tanah Palestina dibebaskan dengan tetesan darah para syuhada.

Persoalan Gaza dan Palestina bukan hanya tentang kemanusiaan; hakikatnya adalah urusan politik yang melahirkan keputusan-keputusan politik yang harus dilawan dengan langkah dan gerakan politik pula. Zionis dan Amerika sejatinya, dengan berbagai cara tidak akan membiarkan Palestina merdeka. Segala daya upaya mereka kerahkan demi menjegal kemerdekaan Palestina, mereka merangkul para penguasa muslim dengan kedudukan dan materi, penguasa yang mudah di imingi kesenangan dunia yang sesaat, demi mewujudkan targetnya mereka kuasai media massa, budaya, ekonomi dan politiknya.

Penyelesaian masalah Palestina, dengan fakta-fakta yang ada, sejatinya bukan pada negara-negara Muslim. Sudah saatnya umat sadar bahwa penyelesaian ada di tangan umat; di tangan merekalah kekuasaan berada untuk memilih penguasa yang siap menjalankan sistem Islam/syariat Islam, penguasa yang siap menjaga dan mengurus rakyatnya dari segala bentuk penjajahan dan kezaliman. Kekuasaan yang telah lama direnggut oleh para penjajah.

Semuanya tidak cukup hanya dengan menyeru penguasa untuk turun secara langsung membela Gaza. Umat harus paham akan kebutuhan kepemimpinan yang berlandaskan Islam, pemimpin yang berfungsi sebagai pengatur umat (Ra’in) dan mampu menjaga umat (Junnah) yang menerapkan hukum-hukum Islam dalam kehidupan, serta pemimpin yang tidak akan tunduk pada kekufuran, di mana dalam Islam sangat jelas keharamannya. Umat di seluruh dunia saat ini butuh kepemimpinan Khilafah.

Dalam segala bidang kehidupan, posisi umat Islam nyatanya, sedang berada dalam titik nadir. Dengan 2,4 miliar jumlah umat Islam, faktanya tidak mampu mewarnai yang ada; justru sedikit demi sedikit terwarnai dengan berbagai propaganda tentang Islam. Jangankan memimpin peradaban dunia, kondisi umat Islam saat ini bagaikan buih di lautan.

Banyak umat yang termakan oleh propaganda Islam yang menyebabkan umat alergi terhadap Islam, sehingga untuk membuat umat paham akan butuhnya Khilafah tidaklah mudah. Tidak sedikit yang menjadi musuh saudaranya sendiri, berdiri di garda terdepan untuk melawan kebangkitan Islam dan tidak percaya bahwa masa depan peradaban saat ini ada pada sistem Islam.

Inilah PR bagi yang sudah tersadarkan akan kebutuhan sistem Islam dalam kehidupan. Memahamkan umat adalah tugas mereka yang sudah tersadarkan, yaitu dengan dakwah, dan dakwah di sini bukan sekadar dakwah, tetapi dakwah tentang penerapan Islam dalam kehidupan di bawah naungan Khilafah Islamiyah. Semua ini tidak bisa dilakukan seorang diri; dakwah ini butuh kebersamaan pemikiran dan tujuan untuk kemuliaan Islam, tentu dengan keikhlasan berjuang bersama, menghapus sekat negara dan kebangsaan, serta konsisten menegakkan aturan Islam dalam kehidupan.

Umat Islam harus terus membangun narasi bahwa solusi hakiki untuk Palestina hanyalah jihad dan Khilafah. Semua Muslim yang sudah memahami akar masalahnya berkewajiban menyadarkan Muslim yang lain. Gerakan ini akan membangun kesadaran dan kekuatan umat atas dasar kesadaran.

Terbentuknya kesadaran umum pada mayoritas umat akan mendorong umat untuk terus berjuang di jalan dakwah sesuai thariqah Rasulullah. Karena hanya thariqah Rasulullah lah yang akan menghantarkan kepada kemenangan.

Oleh karena itu, umat terus diingatkan untuk menjauhi thariqah yang tidak menghantarkan kepada kemenangan, baik melalui people power maupun melalui jalur demokrasi/parlemen. Para pengemban dakwah harus istiqomah dan terus waspada akan adanya bahaya yang mengancam dakwah mereka, baik bahaya kelas maupun bahaya ideologi. Kedua bahaya ini harus diwaspadai karena akan memalingkan umat dari thariqah dakwah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Mereka harus yakin bahawa thariqah inilah yang akan menghantarkan kepada kemenangan Islam, termasuk mengusir penjajah Yahudi dari bumi Palestina.
Wallahualam bishawab

Penulis: Yuli Yana Nurhasanah