BANJAR, LingkarJabar – Aksi perusakan Gedung DPRD Kota Banjar berbuntut panjang. Polisi mengamankan 29 orang pelaku, termasuk tujuh pelajar SMP yang masih di bawah umur. Kasus ini kini tengah didalami aparat kepolisian, sementara Dinas Pendidikan Banjar menegaskan akan mengevaluasi pembinaan karakter di sekolah.
Kapolres Banjar, AKBP Tyas Puji Rahadi, membenarkan adanya pelajar yang ikut diamankan dalam insiden tersebut. Saat ini pihaknya masih mendalami motif serta peran masing-masing pelaku.
“Kami terus melakukan pemeriksaan untuk mengetahui sejauh mana keterlibatan setiap pelaku, termasuk para pelajar,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu 30 Agustus 2025.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar, Dedi Suardi, mengungkapkan tujuh pelajar yang terdata berasal dari beberapa sekolah, yakni satu orang dari SMPN 1, dua orang dari SMPN 2, serta empat orang dari SMPN 5 Kota Banjar. Dari jumlah tersebut, satu di antaranya adalah pelajar perempuan.
“Kami masih menunggu data lengkap dari pihak kepolisian, mengingat mereka masih di bawah umur dan cenderung labil saat diajak,” kata Dedi.
Dedi menegaskan, aksi perusakan gedung DPRD merupakan perbuatan yang tidak dapat ditolerir. Apalagi, gedung DPRD merupakan aset negara yang wajib dijaga bersama.
Sebagai tindak lanjut, Dinas Pendidikan akan melakukan koordinasi dengan pihak sekolah dan orang tua siswa. Evaluasi menyeluruh terkait pembinaan karakter siswa juga akan dilakukan.
“Kami akan memperkuat kembali pembelajaran karakter di sekolah agar anak-anak lebih terarah dan tidak mudah terprovokasi,” tegasnya.
Selain itu, Dedi juga menyampaikan himbauan kepada para pelajar agar tidak mudah terpengaruh ajakan negatif yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
“Kami berharap para siswa lebih bijak dalam bergaul, berhati-hati dalam berteman, dan tidak terlibat dalam kegiatan yang menjurus pada tindakan anarkis. Ingat, satu tindakan keliru bisa merusak masa depan,” ujarnya.
Ia pun meminta peran aktif orang tua dan guru untuk meningkatkan pengawasan serta pembinaan karakter anak, baik di sekolah maupun di rumah.
“Sekolah akan memperkuat pendidikan karakter, namun peran keluarga juga sangat penting. Mari kita jaga anak-anak kita agar tumbuh menjadi generasi yang berakhlak baik, berprestasi, dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (Johan Wijaya)






