< Revitalisasi SMP Negeri 3 Pabuaran, Warga Sambut Positif dan Titip Pesan Transparansi - Lingkar Jabar
Berita  

Revitalisasi SMP Negeri 3 Pabuaran, Warga Sambut Positif dan Titip Pesan Transparansi

 

SUKABUMI, Lingkar Jabar – Program revitalisasi SMP Negeri 3 Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, mendapat perhatian masyarakat seiring munculnya informasi mengenai pelaksanaan kegiatan tersebut. Warga sekitar berharap program yang bersumber dari anggaran pemerintah itu dapat berjalan secara transparan, sesuai perencanaan, serta menghasilkan fasilitas pendidikan yang berkualitas.

Bagi masyarakat, revitalisasi sekolah pada prinsipnya merupakan langkah positif dalam mendukung peningkatan mutu sarana dan prasarana pendidikan. Kondisi lingkungan belajar yang layak dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan suasana pendidikan yang aman, nyaman, dan menunjang proses belajar mengajar.

Berdasarkan papan informasi kegiatan, revitalisasi SMP Negeri 3 Pabuaran merupakan bagian dari Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 melalui Direktorat Sekolah Menengah Pertama, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Program tersebut mencakup rehabilitasi ruang kelas, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, ruang administrasi hingga penataan lingkungan sekolah. Nilai bantuan yang tercantum dalam informasi kegiatan mencapai Rp1.999.976.000, dengan masa pelaksanaan selama 120 hari kerja dan dilaksanakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).

Salah seorang warga sekitar mengatakan, masyarakat menyambut baik adanya program tersebut. Menurutnya, perbaikan fasilitas sekolah merupakan kebutuhan penting yang manfaatnya akan dirasakan langsung oleh para siswa maupun tenaga pendidik.

“Kami sebagai warga tentu mendukung adanya revitalisasi sekolah ini. Yang terpenting, programnya dilaksanakan dengan baik, sesuai perencanaan dan benar-benar memberikan manfaat bagi siswa dan sekolah,” ujarnya.

Ia berharap berbagai informasi atau isu yang sebelumnya berkembang di tengah masyarakat dapat disikapi secara objektif dengan mengedepankan fakta dan informasi yang utuh.

“Kalau ada isu yang beredar, menurut kami harus dilihat secara jelas faktanya. Jangan sampai informasi yang belum lengkap justru membuat masyarakat salah memahami tujuan dari program revitalisasi ini,” katanya.

Menurutnya, keberhasilan revitalisasi tidak semata-mata dapat dilihat dari perubahan fisik bangunan. Lebih dari itu, kualitas pekerjaan dan kesesuaian hasil pembangunan dengan perencanaan menjadi hal yang tidak kalah penting.

“Kami berharap pekerjaan ini tidak hanya bagus secara fisik, tetapi kualitasnya juga benar-benar diperhatikan. Anggaran yang cukup besar tentunya harus menghasilkan bangunan dan fasilitas yang berkualitas serta bisa digunakan dalam jangka panjang,” ungkapnya.

Warga juga menekankan pentingnya prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapan pelaksanaan kegiatan. Keterbukaan informasi dinilai penting agar masyarakat dapat ikut mengawasi dan memastikan program pemerintah tersebut berjalan sesuai peruntukan serta ketentuan yang berlaku.

“Kami mendukung pemerintah dalam meningkatkan fasilitas pendidikan. Tetapi tentu kami juga berharap semuanya transparan, tepat sasaran dan sesuai spesifikasi. Kalau pelaksanaannya baik, masyarakat pasti akan memberikan apresiasi,” tuturnya.

Ia menambahkan, tersedianya fasilitas pendidikan yang memadai diharapkan dapat memberikan dampak nyata terhadap kenyamanan siswa dan tenaga pendidik dalam menjalankan aktivitas belajar mengajar.

“Pendidikan yang berkualitas tentu harus didukung fasilitas yang memadai. Karena itu, kami berharap revitalisasi SMP Negeri 3 Pabuaran ini dapat diselesaikan dengan baik dan hasilnya benar-benar dirasakan oleh sekolah serta masyarakat,” pungkasnya.

Dengan nilai anggaran yang mencapai hampir Rp2 miliar, masyarakat berharap pelaksanaan revitalisasi tersebut tidak berhenti pada pencapaian pembangunan secara fisik, tetapi juga menghadirkan hasil yang berkualitas, transparan, dan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi dunia pendidikan di wilayah tersebut.