Berita  

Pawai Dongdang Jadi Tradisi Unggulan Warga Cigombong di Momen Maulid Nabi

BOGOR, LingkarJabar Tradisi Pawai Dongdang kembali digelar meriah oleh warga Kampung Citugu RW 011, Desa Tugu Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah. Kegiatan yang menjadi agenda tahunan ini diselenggarakan oleh Masjid Jami Al Furqoniyah pada Sabtu hingga Minggu, 4–5 Oktober 2025.

Pimpinan Pondok Pesantren Al Furqoniyah sekaligus tokoh masyarakat Cigombong, H. Ading Ahmad Nazir, menyampaikan bahwa tradisi pawai dongdang merupakan bentuk ungkapan rasa syukur dan kebahagiaan umat Islam atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.

“Setiap tahun Masjid Jami Al Furqoniyah selalu merayakan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW dengan pawai dongdang. Dalam Islam, hal ini diperbolehkan sebagai wujud rasa syukur. Rasulullah SAW bersabda, ‘Barang siapa yang mengagungkan kelahiranku maka dia akan bersamaku nanti di surga,’” ujar H. Ading Ahmad Nazir.

Tahun ini, sebanyak 19 dongdang turut memeriahkan pawai dan tabligh akbar dalam rangka Maulid Nabi. Menurut H. Ading, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan dan tradisi tahunan, tetapi juga sarana memperkuat nilai-nilai keagamaan serta kecintaan umat terhadap Rasulullah SAW.

“Kami berharap kegiatan ini tidak sekadar seremoni arak-arakan, tetapi juga menjadi momentum menumbuhkan rasa cinta kepada agama Islam dan Nabi Muhammad SAW. Selain itu, semoga menjadi wadah mempererat ukhuwah Islamiyah, Wathoniyah, dan Insaniyah agar masyarakat semakin kuat dan bersatu dalam bingkai NKRI,” ungkapnya.

Dalam ceramahnya, H. Ading juga menekankan pentingnya menjadikan masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat dakwah, pendidikan, dan silaturahmi umat Islam.

Peringatan Maulid Nabi kali ini turut dihadiri oleh para alim ulama se-Kecamatan Cigombong, tokoh masyarakat, serta warga sekitar yang antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.
Makna dan Hikmah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
Dalam kesempatan itu, panitia juga menyampaikan beberapa hikmah penting dari peringatan Maulid Nabi, di antaranya:
Menguatkan Kecintaan kepada Nabi
Momentum Maulid menjadi pengingat untuk memperdalam rasa cinta kepada Rasulullah SAW, sebagaimana sabda beliau: “Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian hingga aku lebih ia cintai daripada ayahnya, anaknya, dan manusia seluruhnya.” (HR. Al-Bukhari)
Meneladani Akhlak Rasulullah
Peringatan ini menjadi sarana meneladani akhlak mulia Nabi seperti kejujuran, kesabaran, dan kasih sayang, sebagaimana firman Allah: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu…” (QS. Al-Ahzab: 21)
Memperdalam Pemahaman Ajaran Islam
Maulid juga mengingatkan umat untuk kembali mempelajari dua warisan Rasulullah SAW, yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah, sebagaimana sabda beliau: “Aku tinggalkan pada kalian dua hal, kalian tidak akan tersesat selama berpegang pada keduanya: Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya.” (HR. Malik)
Tradisi Dongdang sebagai Simbol Persatuan
Pawai Dongdang yang menjadi ikon perayaan Maulid di Kampung Citugu menampilkan berbagai hiasan unik hasil kreativitas warga. Tradisi ini menjadi simbol kebersamaan dan semangat gotong royong dalam menyambut hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Dengan suasana penuh suka cita, warga berharap kegiatan ini terus dilestarikan sebagai bentuk cinta terhadap Rasulullah serta pengikat silaturahmi antarumat.