Berita  

Parkir Masih Jadi Tantangan Pariwisata Pangandaran, Ini Penjelasan Bupati

Parkir Masih Jadi Tantangan Pariwisata Pangandaran, Ini Penjelasan Bupati. Foto: Doc.

PANGANDARAN, LingkarJabar – Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengakui persoalan parkir masih menjadi pekerjaan rumah (PR) dalam pengelolaan sektor pariwisata di Kabupaten Pangandaran. Meski belum sepenuhnya tuntas, berbagai upaya penataan yang dilakukan pemerintah daerah dinilai mulai menunjukkan hasil positif, khususnya dalam mengurangi kemacetan saat lonjakan kunjungan wisata.

Citra menyampaikan, dibandingkan periode sebelumnya, jumlah titik parkir rawan kemacetan kini sudah jauh berkurang. Hal tersebut terlihat dari kondisi lalu lintas selama momentum libur akhir tahun yang relatif lebih lancar meski jumlah wisatawan meningkat.

“Kalau bicara PR pasti masih ada, salah satunya parkir. Walaupun sekarang masih ada, tapi sudah tidak terlalu banyak,” ujar Citra saat ditemui pada malam Tahun Baru 2026, Kamis 01 Januari 2026.

Menurutnya, persoalan parkir memang masih menjadi isu utama dalam pengelolaan pariwisata Pangandaran. Namun demikian, hasil dari penataan dan pengelolaan wilayah (PW) mulai terasa dampaknya di lapangan.

“Alhamdulillah tahun ini tidak begitu macet. Pengunjung banyak, tapi tidak sampai macet total. Artinya sudah ada solusi, hasil dari penataan dan pengelolaan wilayah mulai terlihat, walaupun memang belum maksimal,” jelasnya.

Bupati Citra juga menyinggung sejumlah target perbaikan yang masih terus diupayakan oleh pemerintah daerah. Beberapa program strategis disebut masih dalam tahap proses dan membutuhkan waktu untuk mencapai hasil yang optimal.

“Belum sampai angka 45, tapi arahnya sudah ada. Mudah-mudahan ke depan terus membaik,” katanya.

Menutup pernyataannya, Citra Pitriyami berharap momentum libur Lebaran mendatang dapat menjadi tolok ukur peningkatan kualitas layanan pariwisata di Pangandaran, termasuk dalam pengelolaan parkir dan arus lalu lintas.

“Insya Allah, besok di Lebaran kondisinya sudah semakin baik lagi,” pungkasnya. (Agus Giantoro)