Berita  

Tak Lagi Bergantung Rujukan Luar Daerah, RSUD Sekarwangi Hadirkan 4 Layanan Strategis, Diantaranya Stroke dan Jantung

SUKABUMI, Lingkar Jabar — Semangat menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih cepat, tepat, dan selamat kembali diwujudkan Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui RSUD Sekarwangi. Bertepatan dengan momentum Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-156, RSUD Sekarwangi resmi menghadirkan empat layanan unggulan baru, yakni Catheterization Laboratory (Cathlab), CT Scan 64 Slice, Intensive Cardiac Vascular Care Unit (ICVCU), dan Laboratorium Mikrobiologi.

Peresmian fasilitas tersebut dihadiri Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin, Bupati Sukabumi Drs. H. Asep Japar, MM, Wakil Bupati Sukabumi, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, serta jajaran RSUD Sekarwangi.

Kehadiran empat layanan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas RSUD Sekarwangi sebagai rumah sakit rujukan sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rujukan ke luar daerah.

Direktur RSUD Sekarwangi, dr. Asep Suherman, M.Kes, mengatakan empat layanan tersebut dirancang sebagai satu kesatuan pelayanan yang terintegrasi, khususnya untuk menangani kasus-kasus kegawatdaruratan seperti penyakit jantung, stroke, trauma, hingga infeksi.

“Dengan adanya Cathlab untuk layanan jantung, CT Scan 64 Slice untuk stroke dan trauma, ICVCU untuk perawatan intensif pascatindakan, serta Laboratorium Mikrobiologi untuk mendukung diagnosis infeksi secara akurat, kami ingin memastikan pasien mendapatkan penanganan yang lebih cepat dan komprehensif di RSUD Sekarwangi,” ungkapnya.

Cathlab akan menjadi salah satu fasilitas penting dalam penanganan pasien dengan gangguan jantung, termasuk kebutuhan tindakan kateterisasi. Sementara CT Scan 64 Slice memungkinkan pemeriksaan dengan pencitraan yang lebih detail dan cepat, terutama dalam mendukung diagnosis stroke, trauma, dan kondisi medis lainnya.

Di sisi lain, keberadaan ICVCU/ICCU dipersiapkan untuk memberikan pemantauan dan perawatan intensif bagi pasien dengan kondisi kardiovaskular, khususnya setelah menjalani tindakan medis.

Sedangkan Laboratorium Mikrobiologi diharapkan mampu memperkuat ketepatan diagnosis infeksi sekaligus membantu tenaga medis menentukan terapi antibiotik yang lebih tepat sasaran.

Dalam sambutannya mentri kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa Transformasi layanan kesehatan bertujuan modernisasi dan digitalisasi pelayanan serta pengawasan

” Hal itu diharapkan mampu menciptakan kondisi 80 persen pelayanan kesehatan bisa dilakukan di tingkat kabupaten/Kota, selain memudahkan layanan bisa dilakukan lebih cepat, dengan layanan ini akan meminimisir rujukan” ungkapnya

Bupati Sukabumi Drs. H. Asep Japar, MM, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Kesehatan dalam penguatan layanan kesehatan di Kabupaten Sukabumi.

Menurutnya, hadirnya fasilitas tersebut merupakan bagian penting dari upaya pemerintah daerah untuk mendekatkan pelayanan kesehatan berkualitas kepada masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Sukabumi, kami menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan RI. Ini merupakan momentum penting bagi peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat. Kami berharap dukungan ini terus berlanjut, tidak hanya dalam penyediaan alat kesehatan, tetapi juga pembangunan fasilitas dan peningkatan sumber daya manusia,” tegasnya.

Dengan hadirnya empat layanan unggulan tersebut, RSUD Sekarwangi menargetkan dapat menekan angka rujukan pasien ke luar daerah, khususnya untuk kasus jantung dan stroke, sekaligus mempercepat waktu penanganan pasien sehingga risiko komplikasi maupun kematian akibat keterlambatan pelayanan dapat diminimalkan.

Langkah ini sekaligus memperkuat visi RSUD Sekarwangi untuk berkembang sebagai rumah sakit rujukan regional yang mampu memberikan pelayanan kesehatan komprehensif bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi dan wilayah sekitarnya.