BOGOR, LingkarJabar – Minimnya fasilitas lampu penerangan jalan umum (PJU) di jalur alternatif antara Stasiun Cigombong dan Perumahan Lido Permai dikeluhkan warga. Jalan sepanjang sekitar 200 meter yang berada di Desa Cigombong, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, itu diketahui memiliki kondisi menanjak dan menikung tajam, serta tidak dilengkapi penerangan memadai, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama saat malam hari.
Pantauan di lokasi, selain minim penerangan, jalur tersebut juga dipenuhi rumput liar di sisi jalan yang mulai merambat ke badan jalan, semakin mempersempit ruang gerak pengendara. Kondisi ini diperparah dengan ketiadaan pembatas jalan yang membuat jalur rawan kecelakaan.
Salah satu warga Perumahan Lido Permai yang enggan disebutkan namanya mengaku setiap hari melintasi jalan tersebut merasa prihatinan. Menurutnya, pemerintah terkesan abai terhadap kondisi jalur alternatif yang cukup vital ini.
“Jalan ini sering dilalui warga, baik dari arah Stasiun Cigombong maupun sebaliknya ke arah Lido Permai. Tapi kondisinya sangat memprihatinkan, gelap, menikung dan menanjak. Apalagi kalau malam hari, sangat berbahaya,” ungkapnya. Kamis 31 Juli 2025.
Ia menambahkan, sudah pernah terjadi insiden kendaraan roda dua maupun roda empat yang tergelincir akibat kurangnya penerangan dan tidak adanya pembatas jalan.
Sementara itu, Buchari (55), warga sekitar, juga mengkhawatirkan potensi tindak kriminal yang bisa terjadi di jalur gelap tersebut, seperti aksi begal. Menurutnya, kehadiran lampu penerangan sangat penting demi menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan.
“Lampu jalan itu bukan hanya soal penerangan, tapi juga soal keselamatan. Jalan gelap itu rawan kecelakaan dan rawan kriminalitas. Kami berharap pemerintah segera turun tangan,” ujar Buchari.
Sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor PM 27 Tahun 2018 tentang Alat Penerangan Jalan, kehadiran PJU merupakan bagian dari upaya menciptakan keselamatan, keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas bagi masyarakat.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Bogor bersama instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk memasang penerangan di jalur tersebut, demi mencegah risiko kecelakaan maupun tindak kejahatan di kemudian hari. (red)






