Kembali ke Dapur Masa Kecil: Iftar Nostalgia di Grand Cahaya Hotel Pangandaran

PANGANDARAN, LingkarJabar – Di bulan Ramadan, ingatan tentang dapur rumah kerap muncul bersamaan dengan azan magrib. Aroma masakan sederhana, piring-piring lama, dan kebiasaan berkumpul menjadi bagian dari kenangan yang tak mudah tergantikan.

Kenangan itulah yang coba dihidupkan kembali oleh Grand Cahaya Hotel Pangandaran lewat program buka puasa bertema “Iftar 2026: Kembali ke Rumah Nenek.”

Alih-alih menonjolkan menu modern atau hidangan mewah, hotel ini memilih jalur nostalgia: sajian rumahan yang akrab dengan lidah dan memori banyak orang. Konsepnya sederhana, menghadirkan rasa yang mengingatkan pada masa kecil, saat berbuka puasa di rumah keluarga besar.

General Manager Grand Cahaya Hotel Pangandaran, Henry Morgan, mengatakan tema tersebut dipilih untuk menghadirkan pengalaman berbuka yang hangat dan personal.

“Konsepnya menu nostalgia, menu tradisional yang biasa disajikan saat kita kecil dulu pulang ke rumah nenek untuk berbuka puasa. Jadi tamu bisa merasakan suasana hangat seperti di rumah,” ujarnya, Kamis, 12 Februari 2026.

Menu yang disiapkan berasal dari berbagai daerah, namun tetap dalam koridor hidangan rumahan: sederhana, familiar, dan mudah dikenali. Di antara menu yang kembali dihadirkan, ikan asap manis dan kebab menjadi andalan. Kebab bahkan disebut sebagai menu terlaris pada program iftar tahun sebelumnya.

“Kebab kami hadirkan kembali karena pada 2025 menjadi menu bestseller dan banyak tamu memintanya lagi,” kata

Henry. Bagi pengunjung, menu-menu tersebut bukan sekadar makanan, melainkan pintu menuju kenangan masa kecil yang terasa dekat.

Selain sajian berbuka, pihak hotel juga menyiapkan undian hadiah umroh bagi seluruh tamu yang mengikuti program iftar. Setiap tamu yang berbuka akan memperoleh kupon undian tanpa batasan jumlah kunjungan. Pengundian direncanakan berlangsung setelah Lebaran.

“Semua tamu yang buka puasa di Grand Cahaya Hotel berhak mendapatkan kupon undian umroh. Mau datang satu kali atau sepuluh kali, tetap berhak mendapat kupon,” ujar Henry seraya menambahkan, Jumlah paket umroh yang akan diundi akan diumumkan di pertengahan Ramadan sebagai kejutan.

Untuk menarik minat pengunjung di awal Ramadan, hotel menawarkan harga promo Rp98 ribu net per orang. Setelah periode promo berakhir, harga normal ditetapkan Rp108 ribu per orang.

“Dengan konsep nostalgia, menu tradisional, serta peluang mendapatkan hadiah umroh, hotel ini berharap dapat menjadi salah satu tujuan berbuka puasa masyarakat Pangandaran dan sekitarnya,” ungkapnya.

Pada akhirnya, program iftar ini bukan semata tentang menu atau harga. Ia menawarkan sesuatu yang lebih halus: kesempatan mengingat kembali rasa rumah yang bagi sebagian orang, mungkin justru terasa paling dekat saat Ramadan tiba. (Agus Giantoro)