Berita  

Diduga Lalai Terapkan Standar Keselamatan, Proyek Galian Pipa PDAM Tirta Jaya Mandiri Picu Kecelakaan di Cibadak

Sukabumi, Lingkar Jabar – Sebuah bus MGI jurusan Bogor–Sukabumi terperosok ke lubang bekas galian pipa yang diduga merupakan bagian dari proyek milik PDAM Tirta Jaya Mandiri di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kampung Keborandu, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Sabtu 14/02/2026

 

Insiden terjadi saat bus hendak menepi ke loket perwakilan dan mengambil sedikit sisi jalan yang merupakan bekas galian proyek. Namun kondisi badan jalan yang belum sepenuhnya dipulihkan diduga menjadi penyebab utama roda belakang bus amblas. Minimnya pemadatan tanah serta belum tuntasnya pengecoran memperlihatkan adanya dugaan pengabaian terhadap standar keselamatan konstruksi jalan.

 

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini sempat mengganggu arus lalu lintas di jalur utama penghubung Bogor–Sukabumi yang setiap hari dipadati kendaraan besar. Peristiwa tersebut memunculkan pertanyaan serius soal kelayakan hasil pekerjaan sebelum dinyatakan aman dilintasi publik.

 

Warga setempat menilai proyek galian pipa dilakukan tanpa pengamanan maksimal. Beberapa titik memang telah ditutup dengan semen, tetapi masih banyak bagian yang belum dirapikan dan belum dipadatkan secara optimal. Kondisi tersebut dinilai berisiko tinggi, terutama bagi kendaraan berbobot besar.

 

“Lubangnya belum semuanya ditutup dengan baik. Ada yang sudah disemen, tapi masih banyak yang belum rapi dan tanahnya juga belum padat. Kalau kendaraan besar lewat sedikit saja ke pinggir bisa amblas,” ujar David (45), warga Kampung Keborandu.

 

Warga juga menyoroti lemahnya pengawasan dari pihak terkait terhadap pelaksanaan proyek tersebut. Tidak terlihat penanda peringatan yang memadai ataupun pengamanan ekstra di sekitar bekas galian. Padahal, ruas tersebut merupakan akses vital masyarakat.

 

“Kami khawatir kalau malam hari atau saat hujan, lubangnya tidak terlihat jelas. Ini jalan utama, sangat ramai. Jangan sampai menunggu ada korban jiwa dulu baru diperbaiki secara serius,” ungkap seorang warga lainnya.

 

Pantauan di lokasi menunjukkan pekerjaan pengecoran bekas galian telah dilakukan hingga depan PT Muara Tunggal dan direncanakan berlanjut ke arah Bantar Muncang. Namun fakta bahwa kendaraan besar masih bisa terperosok menunjukkan perbaikan yang dilakukan belum menjamin keamanan pengguna jalan.

 

Masyarakat mendesak pihak pelaksana proyek dan instansi berwenang untuk tidak sekadar menambal sementara, melainkan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap metode kerja, standar pemadatan, serta sistem pengawasan di lapangan. Insiden ini dinilai sebagai peringatan keras bahwa kelalaian kecil dalam proyek infrastruktur dapat berujung pada risiko besar bagi keselamatan publik.