Berita  

Di Tengah Tekanan Ekonomi, Jabar Bergerak Kota Banjar Perkuat Aksi Kepedulian Sosial

BANJAR, LingkarJabar — Di tengah kondisi ekonomi yang dirasakan semakin sulit oleh sebagian masyarakat, aksi kepedulian sosial terus digelorakan oleh Jabar Bergerak Kota Banjar. Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, organisasi ini kembali membagikan nasi box dan takjil kepada warga kurang mampu, Rabu (18/3/2026).

Kegiatan tersebut menyasar kelompok masyarakat rentan, seperti pekerja harian lepas, kaum dhuafa, hingga warga yang masih berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah tekanan ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Ketua Jabar Bergerak Kota Banjar, Ari Faturohman, menilai bahwa meningkatnya kebutuhan hidup menjelang Lebaran menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat kecil. Karena itu, aksi berbagi ini diharapkan bisa sedikit meringankan beban mereka.

“Di tengah kondisi ekonomi yang cukup berat, kami berupaya hadir untuk membantu masyarakat, khususnya yang kurang mampu. Minimal, ini bisa membantu mereka untuk berbuka puasa dengan layak,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan berbagi nasi box dan takjil tersebut tidak lepas dari dukungan para agnia atau dermawan di Kota Banjar yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kondisi sosial di sekitarnya.

Menurut Ari, fenomena meningkatnya kebutuhan pokok menjelang Idulfitri menjadi realita yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Hal ini mendorong Jabar Bergerak untuk terus memperluas jangkauan bantuan sosial.

“Aksi ini bukan hanya tentang berbagi makanan, tapi juga bentuk empati di tengah situasi ekonomi yang menantang. Kami ingin menumbuhkan kembali semangat gotong royong,” katanya.

Sejumlah warga penerima manfaat mengaku terbantu dengan adanya pembagian makanan tersebut, terutama di saat harga kebutuhan pokok cenderung meningkat menjelang hari raya.

Jabar Bergerak Kota Banjar berkomitmen untuk terus menggencarkan aksi sosial selama Ramadan, dengan harapan dapat menjadi penguat solidaritas masyarakat di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan.

Di tengah situasi yang tidak mudah, aksi-aksi kecil seperti ini menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial tetap hidup dan menjadi kekuatan penting dalam menghadapi berbagai tantangan bersama. (Johan Wijaya)