BOGOR, LingkarJabar – Kondisi jalan provinsi yang melintasi perlintasan rel kereta api di Pintu Ciburuy menuju Stasiun Cigombong semakin memprihatinkan. Jalan ini mengalami kerusakan parah, terutama di bagian tanjakan yang menyulitkan pengendara. Selain menghambat mobilitas warga, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Dede Rahman, yang akrab disapa Oket, selaku Ketua Ksatria dan tokoh masyarakat di Cigombong, mendesak PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk segera memperbaiki jalan tersebut. Menurutnya, jalan ini merupakan akses vital yang setiap hari dipadati kendaraan, sehingga perbaikannya tidak bisa ditunda.
“Jalur ini merupakan akses penting yang banyak digunakan masyarakat. Jika dibiarkan terus rusak, selain membahayakan pengendara, juga akan semakin menghambat aktivitas warga,” ujar Dede Rahman kepada wartawan, Rabu 29 Januari 2025.
Keluhan juga datang dari para pengendara yang kerap melintasi jalur tersebut. Lubang-lubang besar yang sulit dihindari membuat perjalanan menjadi tidak nyaman. Sejumlah pengendara bahkan mengaku hampir mengalami kecelakaan akibat kondisi jalan yang buruk.
Salah seorang pengendara, Arif (35), mengungkapkan bahwa jalan berlubang ini sangat berbahaya, terutama bagi pengguna sepeda motor.
“Kalau hujan, lubang-lubang ini tertutup air, jadi tidak kelihatan. Sudah banyak yang jatuh di sini,” keluhnya.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan untuk memperbaiki jalan rusak ini. Mereka juga mendesak PT KAI sebagai pengelola jalur kereta api agar ikut bertanggung jawab dalam memastikan kondisi perlintasan tetap aman bagi pengendara.
Hingga berita ini tayang, belum ada pernyataan resmi dari PT KAI maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait rencana perbaikan jalan di perlintasan Pintu Ciburuy. (Red)






