BOGOR, LingkarJabar – Manajemen CV Raudah Mandiri (CV RM), perusahaan jasa konstruksi asal Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, akhirnya angkat bicara terkait sejumlah pemberitaan yang dinilai merugikan reputasi perusahaan.
Dalam keterangan resminya, manajemen CV RM menilai ada media yang memberitakan secara tidak berimbang hingga membentuk opini publik negatif. Perusahaan menegaskan komitmennya pada profesionalisme, kualitas kerja, serta tanggung jawab sosial di setiap proyek yang dijalankan.
“Kami siap bekerja sama dengan aparat penegak hukum maupun inspektorat dalam proses pemeriksaan proyek yang bersumber dari anggaran negara. Namun, kami juga berharap media dapat menyajikan berita secara berimbang, tidak hanya dari satu pihak,” ujar Humas CV RM, Feri kepada lingkarjabar.com, pada Selasa 30 September 2025 kemarin.
Feri menegaskan, tuduhan tanpa bukti tidak hanya merugikan perusahaan, tetapi juga puluhan karyawan serta keluarga mereka yang menggantungkan hidup di CV RM. Ia menambahkan, perusahaan berhak menggunakan mekanisme hak jawab dan hak koreksi sesuai Undang-Undang Pers.
“Jika langkah tersebut tidak diindahkan, kami akan mengajukan pengaduan resmi ke Dewan Pers atau aparat penegak hukum. Kami menduga sejumlah pemberitaan bermuatan negatif dan tidak sesuai prosedur jurnalistik,” tegasnya.
Menjawab soal banyaknya proyek yang digarap di wilayah Ciawi, Feri menilai hal itu bukan kebetulan, melainkan bukti kepercayaan dari pemerintah desa maupun pihak swasta.
“Integritas dan etos kerja menjadi alasan perusahaan kami dipercaya. Kami selalu berkomitmen menyelesaikan pekerjaan sesuai kesepakatan,” jelasnya.
Menurut Feri, CV RM telah beroperasi puluhan tahun dengan prinsip transparansi dan kejujuran. Selama itu, perusahaan tetap eksis tanpa komplain berarti dari para klien.
“Kami adalah putra daerah yang berkomitmen membangun tanah kelahiran. Setiap proyek kami kerjakan sesuai standar kualitas terbaik,” katanya.
Keunggulan lain CV RM, lanjut Feri, terletak pada kemandirian dalam kepemilikan alat konstruksi serta tenaga kerja lokal yang kompeten.
“Sekitar 90 persen tenaga kerja berasal dari masyarakat lokal. Kami juga melibatkan usaha lokal untuk pengadaan bahan baku. Ini wujud keadilan sosial yang sejalan dengan nilai Pancasila,” ujarnya.
Hasan, salah satu klien asal Cisarua, mengaku puas dengan hasil pengerjaan proyek renovasi yang ditangani CV RM.
“Hasilnya rapi dan sesuai kesepakatan. Sebagai klien, kami merasa dihargai. Sangat disayangkan jika ada pemberitaan yang bisa merusak reputasi perusahaan,” ungkapnya.
Selain fokus pada bisnis, CV RM juga aktif dalam kegiatan sosial. Sejumlah program pemberdayaan masyarakat hingga bantuan perbaikan fasilitas umum seperti musala dan pondok pesantren rutin dijalankan perusahaan.
“Bagi kami, keuntungan perusahaan harus sejalan dengan kontribusi kepada masyarakat, agama, dan negara. Itu bentuk tanggung jawab sosial kami di Kabupaten Bogor,” tambah Feri yang juga tercatat sebagai pengurus DPP KNPI.






