Berita  

Aksi Kemanusiaan di Balik Layanan Darurat, Ambulans Turun ke Jalan Berbagi Takjil

 

BANJAR, LingkarJabar — Di tengah kesibukan menjalankan tugas kemanusiaan yang identik dengan situasi darurat, Paguyuban Ambulance Banjar Patroman menunjukkan kepedulian sosial dengan cara berbeda. Mereka turun langsung ke jalan membagikan ratusan paket takjil kepada masyarakat, khususnya para pengguna jalan yang masih beraktivitas menjelang waktu berbuka puasa.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa peran layanan ambulans tidak hanya hadir saat kondisi genting, tetapi juga dalam momentum sosial untuk membantu masyarakat. Para anggota paguyuban tampak membagikan takjil kepada pengendara roda dua, roda empat, hingga pejalan kaki di sejumlah titik di Kota Banjar.

Ketua Paguyuban Ambulance Banjar Patroman, Ali Ginanjar, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen kemanusiaan yang terus dijaga oleh seluruh anggota. Menurutnya, Ramadan menjadi momen yang tepat untuk berbagi sekaligus mendekatkan diri dengan masyarakat.

“Ini kami dari Paguyuban Ambulance Banjar Patroman melakukan kegiatan berbagi takjil kepada para pengguna jalan atau masyarakat yang sedang dalam perjalanan,” ujar Ali. Selas (17/3/2026). Kepada awak media.

Dalam kegiatan tersebut, paguyuban menyiapkan sekitar 200 hingga 300 paket takjil yang dibagikan secara langsung kepada masyarakat. Pembagian dilakukan menjelang waktu berbuka agar manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh mereka yang belum sempat sampai ke rumah.

Ali menjelaskan, Paguyuban Ambulance Banjar Patroman merupakan wadah yang menghimpun berbagai layanan ambulans di Kota Banjar. Keanggotaannya cukup beragam, mulai dari ambulans puskesmas, relawan, rumah sakit, klinik, hingga ambulans desa.

“Untuk keseluruhan anggota yang tergabung ada kurang lebih hampir 40 ambulans dari puskesmas, relawan, rumah sakit, dan juga klinik,” jelasnya.

Melalui kegiatan berbagi takjil ini, pihaknya juga ingin memperkenalkan lebih luas keberadaan paguyuban kepada masyarakat. Ia berharap masyarakat tidak ragu untuk memanfaatkan layanan ambulans yang tersedia, terutama dalam kondisi darurat.

“Harapannya masyarakat bisa lebih mengenal Paguyuban Ambulance Banjar Patroman, dan kami siap membantu serta mempermudah masyarakat ketika membutuhkan layanan ambulans,” katanya.

Lebih jauh, Ali menegaskan bahwa layanan yang diberikan paguyuban tidak terbatas pada kegiatan sosial semata. Seluruh anggota tetap siaga untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat kapan pun dibutuhkan.

“Intinya kami dari Paguyuban Ambulance Banjar Patroman siap melayani masyarakat selama 1×24 jam,” pungkasnya.

Aksi ini pun mendapat respons positif dari masyarakat. Selain membantu mereka yang sedang dalam perjalanan, kegiatan tersebut juga memperlihatkan sisi humanis para petugas ambulans yang selama ini identik dengan tugas-tugas darurat. ( Johan Wijaya)