Berita  

Aduan Warga Tak Digubris, Pohon Lapuk di Banjar Akhirnya Timbulkan Kerusakan

Aduan Warga Tak Digubris, Pohon Lapuk di Banjar Akhirnya Timbulkan Kerusakan. Foto: Johan Wijaya/LJ

BANJAR, LingkarJabar – Pohon Angsana berukuran besar tumbang di kawasan tanjakan Tembungkerta, Desa Sukamukti, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, pada Senin (10/11/2025) siang. Pohon berusia puluhan tahun tersebut menimpa satu unit sepeda motor milik Firman, warga setempat. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden itu, meski kendaraan mengalami kerusakan cukup parah.

Iis Sri Mulyani, ibu dari Firman, mengaku kecewa atas kejadian tersebut. Menurutnya, pohon yang tumbang itu sudah lama dikeluhkan warga karena kondisinya miring dan membahayakan pengguna jalan.

“Sudah sering kami lapor ke RT, RW, bahkan ke pihak desa agar ditebang karena rawan tumbang, tapi belum ada tindakan,” sesalnya.

Kepala Desa Sukamukti, Budi Haryono, membenarkan adanya laporan warga terkait kondisi pohon tersebut. Ia menyebut pihak desa telah menindaklanjuti keluhan dengan bersurat resmi dan melakukan survei bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjar.

“Kami sudah bersurat dan meninjau lokasi bersama DLH. Namun, karena lokasi berada di bawah kewenangan Bina Marga Provinsi, kami masih menunggu tindak lanjut dari mereka,” jelasnya.

Sementara itu, Kasi Darurat dan Logistik BPBD Kota Banjar, Yudi Andriana, mengatakan pihaknya terus melakukan pemangkasan pohon rawan tumbang di wilayah perkotaan. Namun, untuk pohon yang berada di jalan provinsi atau nasional, perlu izin khusus dari Bina Marga.

“Kami hanya bisa memangkas pohon di wilayah kota. Kalau di jalan nasional atau provinsi, harus ada izin dari Bina Marga,” katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, batang pohon yang tumbang tersebut mengalami pelapukan di bagian pangkal dan akar yang mulai rapuh. Usia pohon diperkirakan mencapai 80 tahun.

Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD, serta warga setempat bergerak cepat mengevakuasi batang pohon dan membersihkan material yang menutup akses jalan Banjar–Pangandaran, sehingga arus lalu lintas kembali normal. (Johan Wijaya)