Berita  

Hj. Ika Serap Aspirasi Warga Banjar, Persoalan Pinjol dan Bang Emok Mencuat

 

BANJAR, LingkarJabar – Maraknya praktik pinjaman online (pinjol) dan fenomena “Bang Emok” yang dinilai semakin membebani ekonomi keluarga menjadi salah satu aspirasi utama yang mencuat dalam kegiatan Reses III Tahun Sidang 2025–2026 Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Daerah Pemilihan XIII, Hj. Ika Siti Rahmatika, di Kota Banjar. Sabtu (13/6/2026) bertempat di Aula kelurahan Hegarsari, kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat.

Dalam kegiatan reses tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai kebutuhan dan usulan pembangunan, mulai dari sektor pertanian hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Salah satu aspirasi yang mengemuka adalah permintaan bantuan alat dan mesin pertanian, termasuk traktor untuk mendukung produktivitas petani.

Hj. Ika Siti Rahmatika mengatakan seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan dicatat dan diperjuangkan sesuai mekanisme penganggaran yang berlaku.

“Kami hadir untuk menyerap aspirasi masyarakat. Berbagai usulan yang disampaikan, baik dari masyarakat, pengurus partai maupun kelompok lainnya, semuanya kami catat. Untuk realisasi tahun 2027, anggaran saat ini sudah ditutup melalui SIPD. Namun kami akan berupaya mengakomodasi aspirasi tersebut melalui anggaran perubahan,” ujarnya.

Selain menampung aspirasi pembangunan, Ika juga menyoroti persoalan ekonomi yang saat ini banyak dihadapi masyarakat, khususnya kaum ibu. Menurutnya, semakin banyak keluarga yang terjebak dalam pinjaman online maupun praktik pinjaman berbunga yang dikenal dengan istilah Bang Emok.

“Saya sangat prihatin melihat kondisi saat ini. Banyak ibu-ibu yang harus menghadapi beban ekonomi cukup berat karena terjerat pinjol maupun Bang Emok. Ini menjadi persoalan yang harus mendapat perhatian bersama,” katanya.

Ia mengajak para ibu rumah tangga untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan keluarga dan menghindari pengeluaran yang tidak menjadi kebutuhan utama.

“Sebagai ibu, kita harus memperkuat ketahanan keluarga. Salah satunya dengan mengatur pengeluaran dan menghindari belanja yang tidak terlalu penting. Ibu memiliki peran besar dalam menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga,” tuturnya.

Ika menambahkan, upaya memperkuat ekonomi keluarga juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan pekarangan untuk kegiatan produktif. Program tersebut, kata dia, pernah didorong saat masa pandemi COVID-19 dan terbukti membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menambah pendapatan keluarga.

“Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Karena itu, peran ibu sangat penting dalam membangun keluarga yang kuat, mandiri, dan mampu menghadapi tantangan ekonomi,” ucapnya.

Melalui kegiatan reses tersebut, masyarakat berharap berbagai aspirasi yang telah disampaikan dapat ditindaklanjuti dan menjadi bagian dari program pembangunan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Banjar.(Johan Wijaya)