Berita  

Gelar Musrembangdes 2026.Kades Minta Usulan Tidak Hanya Prioritas Tapi Efisien Dan Cermat

Bogor, LingkarJabar – Pemerintah Desa Tugu Jaya, kecamatan Cigombong, kabupaten bogor menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrembangdes) Tahun 2026.Kegiatan Musrembangdes pada tahun 2026 umumnya mencakup pembahasan rencangan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPdes) untuk tahun anggaran 2027 dan Daftar Usulan (DU) Rencana Kerja Tahun Anggaran 2028 sebagai langkah strategis dalam merancang arah pembangunan desa yang lebih terencana, partisipatif dan berkelanjutan.

Kegiatan yang berlangsung hari kamis (17/09/2026) menjadi forum penting untuk menghimpun usulan atau aspirasi masyarakat sekaligus menyusun skala prioritas pembangunan desa.

Musyawarah ini dihadiri Camat Cigombong, R.E Irwan Somantri bersama rombongan, unsur BPD, LPM, Kadus, kader, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, petani dan unsur pendidikan. bertempat di Aula kantor Desa Tugu Jaya

Dalam sambutannya, R.E Irwan Somantri menyampaikan.bagaimana pentingnya musyawarah perencanaan pembangunan Desa (Musrembangdes) oleh pemerintah desa sebagai forum strategis penentu arah kebijakan pembangunan tingkat bawah yang harus selaras dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD)

Desa sebagai ujung tombak diposisikan sebagai garda terdepan dan menjadi pondasi awal pembangunan diwilayah dengan skala prioritas.

Dan usulan kegiatan setiap desa harus berdasarkan pada kebutuhan nyata masyarakat,terutama infrastruktur dasar dan harus sinergi dengan penyelarasan rencana kerja desa dengan kebijakan pemerintah daerah agar pembangunan tepat sasaran.ungkap Camat

Sementara itu, Kepala Desa Tugu Jaya, M.Rifky Abdilah mengatakan bahwa pemerintah Desa Tugu Jaya hari ini melaksanakan kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (MusrembangDes) tahun 2026 dengan agenda utama yaitu Penyusunan RKPDes tahun anggaran 2027 serta Daftar Usulan RKPdes 2028.

Untuk usulan tahun 2027 masih mengacu kepada usulan tahun sebelumnya seperti Infrastruktur jalan Desa dan jalan lingkungan, saluran irigasi, sarana publik, pemberdayaan ekonomi, penguatan Bumdes, ketahanan pangan, ketrampilan warga, stunting dan pos yandu serta Pendidikan.

” Anggaran untuk pembangunan sekolah di Desa tidak ada, Namun kades siap mendorong dan memfasilitasi pengajuan pembangunan sekolah ke Pemerintah Kabupaten Bogor.”

Adapun untuk realisasi anggaran tahun 2026 yang bersumber dari anggaran pusat, anggaran Propinsi Jawa Barat dan anggaran kabupaten Bogor ada yang sudah dilaksanakan pekerjaannya, ada yang sedang berjalan pekerjaannya dan ada yang akan direalisasikan pekerjaannya seperti Bantuan Keuangan dari pemerintah kabupaten Bogor.

” Untuk Bantuan Keuangan (Bankeu, pemerintah Desa Tugu Jaya spai hari ini belum dilaksanakan.karena kita masih nunggu pencairan.namun demikian pemerintah desa sudah mengepos pos kan anggaran tersebut diantaranya untuk pembangunan kampung Dayeuh Pajajaran.selain satu sarjana satu desa dan pembangunan infrastruktur.” Ungkap kades

Masih dikatakannya, bantuan Dana Desa tahun 2026 sekarang banyak perubahan dan sebagian besar dipotong atau dianggarkan untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).sehingga pemerintah desa Tugu Jaya sendiri harus banyak penyesuaian termasuk Daftar Usulan.

” Alhamdulilah untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sudah berjalan.namun belum selesai.mudah mudahan tahun 2026 ini pembangunannya KDMP selesai.”

Dengan adanya pengurangan anggaran Dana Desa (DD) mulai tahun ini, tentunya usulan usulan dari bawah tidak semua bisa diakomodir. Anggaran kita prioritaskan untuk yang benar benar kebutuhan mendesak di masyarakat (skala prioritas)

” Usulan mendesak menjadi skala prioritas, sedangkan usulan yang belum bisa direalisasikan bisa di usulkan untuk tahun berikutnya.” Papar Kades

Kades meminta kepada para ketua RT, RW dan tokoh masyarakat dalam mengusulkan program sekarang ini tidak hanya prioritas saja, akan tetapi harus juga efesiensi dan cermat.hal ini dikarenakan kondisi anggaran yang ada.

‘ Kondisi keuangan desa yang sekarang ini bisa disosialisasikan kepada masyarakat sehingga masyarakat bisa mengerti dan lebih cermat dalam mengajukan usulan.”

Dalam sambutannya tersebut, kades mohon pengertiannya kepada ketua RT,RW dan tokoh masyarakat kalau usulan atau pengajuannya tidak bisa direalisasikan sekarang.namun demikian, kades berjanji kalau usulan yang tertunda tersebut akan jadi usulan prioritas tahun berikutnya.papar Kades