BOGOR,Lingkarjabar – IPB University kembali meluncurkan program Dosen Pulang Kampung pada 2026 sebagai langkah nyata untuk mendekatkan inovasi kampus dengan kebutuhan masyarakat desa. Program ini menjadi wadah bagi para dosen untuk mengabdi di lokasi yang memiliki kedekatan historis dan sosiologis dengan mereka.
Salah satunya dikecamatan Cigombong.dimana sebanyak 25 pemuda terpilih dari Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor mendapatkan kesempatan mengikuti Sekolah Film Desa.acara yang dibuka langsung oleh Camat Cigombong R.E Irwan Somantri dan dihadiri oleh ketua KNPI Cigombong, Kolektips Cinema Cigombong dan IPB ini berlangsung di aula 2 kantor Kecamatan Cigombong.sabtu (01/08/2026)
Dalam sambutannya Camat Cigombong R.E Irwan Somantri mengatakan bahwa sekolah Film Desa merupakan sebuah program pelatihan film partisipatif yang diselenggarakan melalui Program Dosen Pulang Kampung IPB University.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara IPB University, Pemerintah Kecamatan Cigombong, DPK KNPI Kecamatan Cigombong, dan Kolektips Cinema Cigombong.
Program Sekolah Film Desa ini sebagai bagian dari upaya mendorong pengembangan kapasitas generasi muda melalui pendidikan kreatif berbasis potensi lokal.dan Pelatihan akan dilaksanakan dalam dua kelas dasar, yakni pada 1 Agustus 2026 dan 9 Agustus 2026. Ucapnya
Lebih lanjut, Camat Cigombong, R.E. Irwan Soemantri. Mengatakan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, organisasi kepemudaan, dan komunitas kreatif merupakan langkah penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia di tingkat desa.
“Kami menyambut baik hadirnya Sekolah Film Desa di Cigombong. Program ini menjadi kesempatan berharga bagi pemuda untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mengenalkan potensi daerah melalui karya film. Semoga dari kegiatan ini lahir sineas-sineas muda yang mampu membawa nama Cigombong ke tingkat yang lebih luas,” kata Camat Cigombong
Selain kita berharap hadir konten konten kreator yang positive yang bisa membawa nama baik dan kemajuan kecamatan Cigombong khususnya dan kabupaten Bogor umumnya.
Masih dikatakannya, Sekolah Film Desa terbuka bagi remaja dan pemuda berusia 15–30 tahun yang berdomisili atau aktif berkegiatan di wilayah Kecamatan Cigombong.
Peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa, anggota karang taruna, pegiat seni dan budaya, hingga komunitas kreatif.
Selain memiliki minat di bidang film dan media digital, peserta juga diharapkan bersedia mengikuti seluruh rangkaian pelatihan serta proses produksi pasca-pelatihan.
Program ini diselenggarakan secara gratis tanpa dipungut biaya dengan kuota terbatas sebanyak 25 peserta.
Melalui Sekolah Film Desa, penyelenggara berharap program ini menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem perfilman desa yang berkelanjutan.harap Camat Cigombong
Dukungan samapun disampaikan Ketua KNPI kecamatan Cigombong,.Akbar, dalam sambutannya menyampaikan dukungan dan apresiasi setinggi tinggi atas program Dosen Pulang Kampung dan ajakan kolaborasi riset serta pemberdayaan masyarakat lokal terutama dalam sekolah Film Desa.
Apalagi dikecamatan Cigombong fasilitasi untuk sekolah Film sangat mendukung dengan adanya Kawasan Ekonomi Khusus MNC Lido dimana didalamnya fasilitasi fasilitasi untuk pembuatan Film Film atau sinema semuanya telah tersedia.tinggal gimana kita melakukan kolaborasi dengan pihak MNC Sebagai salah satu perusahaan terbesar media masa di Indonesia.
Apresiasi Kolaborasi: Menyambut baik kepedulian akademisi yang kembali membangun daerah asal. Pengembangan Pemuda: Mendorong pemuda desa agar aktif terlibat dalam pelatihan keterampilan dan inovasi. Sinergi Nyata: Mengharapkan program berkelanjutan antara kampus dan unsur kepemudaan setempat dan juga pihak ke tiga.
Sinergi antara IPB University, Pemerintah Kecamatan Cigombong, DPK KNPI Kecamatan Cigombong, dan Kolektips Cinema Cigombong diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya terampil memproduksi film, tetapi juga menjadikan sinema sebagai medium untuk merawat budaya.
Sementara dari IPB University, program ini dipimpin oleh Rajib Gandi selaku Ketua Tim Program Dosen Pulang Kampung Sekolah Film Desa.
Bersama tim yang terdiri atas Lukman Hakim, Diadji Kuntoro, Diki Akhwan Mulya, Fajar Cakrawinata, Rifaldi Cahyanto, Azka Wahyu Dzikrilah, Muhammad Ikbal, dan Ratu Anna Rufaida, mereka akan mendampingi peserta melalui pendekatan akademik sekaligus praktik lapangan selama pelaksanaan pelatihan
Rajib Gandi mengatakan, Sekolah Film Desa dirancang untuk memperluas akses pendidikan perfilman bagi pemuda desa sekaligus mendorong lahirnya karya-karya audio-visual yang mampu mengangkat potensi lokal.
“Melalui Sekolah Film Desa, kami ingin membuka ruang belajar yang inklusif bagi generasi muda agar mampu memproduksi film yang berangkat dari realitas masyarakatnya sendiri. Film bukan hanya media hiburan, tetapi juga medium pendidikan, dokumentasi, dan pemberdayaan masyarakat desa,” tandanya (Iy)






