Berita  

Generasi Muda Bawa Warna Baru Demokrasi Desa Neglasari, Erwin Saleh Swandana Raih Dukungan Warga

 

BANJAR, LingkarJabar — Pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Neglasari menghadirkan fenomena baru dalam dinamika demokrasi tingkat desa. Munculnya sosok muda, Erwin Saleh Swandana, yang berhasil meraih suara tertinggi di Daerah Pemilihan (Dapil) 3 wilayah Warungbuah–Cilengkong dinilai menjadi simbol meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap generasi muda.

Dalam pemilihan yang berlangsung demokratis, terbuka, dan kondusif tersebut, Erwin memperoleh 350 suara dan unggul dari kandidat lainnya. Hasil itu tidak hanya menjadi kemenangan pribadi, tetapi juga dianggap sebagai representasi lahirnya warna baru demokrasi desa yang mulai memberi ruang lebih besar bagi anak muda untuk terlibat dalam proses pembangunan.

Di usia yang relatif muda, Erwin dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kepemudaan. Ia pernah memimpin Karang Taruna Gitamuda Desa Neglasari selama dua periode. Pengalaman itu dinilai membentuk kedekatannya dengan masyarakat sekaligus menjadi modal dalam membangun komunikasi lintas generasi di lingkungan desa.

Kehadiran generasi muda dalam kontestasi BPD disebut membawa semangat baru di tengah masyarakat. Tidak sedikit warga yang menilai keterlibatan pemuda penting untuk menghadirkan ide, inovasi, dan pola komunikasi yang lebih terbuka dalam pembangunan desa.

“Anak muda harus berani mengambil peran, bukan hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan desa. Saya percaya, ketika pemuda diberi ruang dan kepercayaan, akan lahir inovasi serta semangat baru untuk kemajuan bersama,” ujar Erwin Saleh Swandana.Rabu (13/5/2026) kepada awak media

Menurutnya, keputusan maju dalam pemilihan BPD berangkat dari keinginan untuk ikut membangun desa tempat dirinya lahir dan tumbuh. Ia berharap generasi muda tidak apatis terhadap proses demokrasi di tingkat desa.

“Keinginan saya maju dalam pencalonan BPD Desa Neglasari berangkat dari rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap tanah kelahiran sendiri. Saya ingin ikut berkontribusi lebih nyata dalam pembangunan desa serta menjadi jembatan aspirasi masyarakat, khususnya generasi muda,” katanya.

Terpilihnya Erwin juga dinilai menunjukkan perubahan cara pandang masyarakat dalam menentukan pemimpin. Jika sebelumnya faktor senioritas kerap menjadi pertimbangan utama, kini rekam jejak organisasi, kedekatan sosial, dan kemampuan membangun komunikasi mulai menjadi perhatian warga dalam menentukan pilihan.

Sejumlah warga berharap hadirnya generasi muda di lembaga BPD mampu memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. Selain itu, keterlibatan pemuda diharapkan dapat menciptakan pola demokrasi yang lebih inklusif, kolaboratif, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Kemenangan Erwin Saleh Swandana pun dipandang sebagai bukti bahwa demokrasi desa terus berkembang. Ruang partisipasi kini semakin terbuka bagi generasi muda untuk tampil, menyampaikan gagasan, dan ikut menentukan arah pembangunan Desa Neglasari ke depan. (Johan Wijaya)