Berita  

Jalan Rusak 3 Km di Hegarsari Tak Kunjung Diperbaiki Sejak 2023

BANJAR, LingkarJabar — Akses jalan menuju Lembur Balong di Lingkungan Pangadegan, RT 02/RW 18, Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, mengalami kerusakan berat.

Jalan sepanjang kurang lebih 3 kilometer itu kini dipenuhi lubang dan bagian yang terkelupas, sehingga mengganggu kenyamanan sekaligus membahayakan pengguna.

Warga menyebut kondisi tersebut telah berlangsung lama tanpa perbaikan berarti. Padahal, jalan itu menjadi jalur utama aktivitas harian sekaligus penopang mobilitas ekonomi masyarakat setempat.

Ketua RT 02, Yaya, mengatakan pihaknya telah mengajukan perbaikan sejak 2023 melalui pemerintah kelurahan. Usulan itu bahkan telah ditindaklanjuti dengan survei lapangan oleh petugas. Namun, hingga pertengahan April 2026, belum terlihat tanda-tanda pengerjaan.

“Sudah diajukan sejak 2023. Survei juga sudah dilakukan, tapi belum ada realisasi. Warga menunggu karena kondisi jalan terus memburuk,” kata Yaya belum lama ini.

Menurut dia, upaya perbaikan yang pernah dilakukan baru bersifat darurat dan sangat terbatas. Perbaikan hanya mencakup segmen sepanjang 12 meter dengan lebar sekitar 2,5 meter.

“Yang diperbaiki baru sebagian kecil. Belum sebanding dengan kerusakan sepanjang 3 kilometer. Kami berharap ada solusi konkret dari pemerintah kota,” ujarnya.

Lurah Hegarsari, Angga Tri Permana, membenarkan perbaikan jalan tersebut telah lama diusulkan. Ia menyebut usulan itu rutin diajukan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sejak 2023 hingga 2025.

“Kami sudah mengawal usulan ini setiap tahun dan mengajukannya ke tingkat kota. Bahkan kami mencoba mencari alternatif pendanaan dari sumber lain,” ungkap Angga.

Ia menambahkan, berdasarkan informasi dari Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda), proyek tersebut sebenarnya telah masuk dalam prioritas pembangunan 2025. Namun hingga kini belum ada realisasi di lapangan.

“Kami belum mendapat penjelasan detail soal kendalanya. Untuk kepastian pelaksanaan, perlu dikonfirmasi langsung ke Bappelitbangda,” bebernya.

Ketiadaan kejelasan ini menimbulkan tanda tanya di kalangan warga yang berharap perbaikan segera dilakukan. (red)