SUKABUMI, LingkarJabar – Masyarakat pengguna jalan yang sebelumnya menyoroti kondisi ruas Jalan Karangtengah–Sinagar, Kabupaten Sukabumi. Belum genap satu tahun selesai diperbaiki, jalan tersebut kini kembali mengalami kerusakan cukup parah. Kondisi ini bahkan dalam beberapa bulan terakhir telah memicu sejumlah kecelakaan lalu lintas.
Kritik dan keluhan pun mengalir deras dari masyarakat yang menilai kualitas pekerjaan pemeliharaan jalan tersebut patut dipertanyakan. “Sayang sekali, anggarannya besar, tapi kualitasnya buruk. Jalan cepat rusak, dan ujung-ujungnya yang jadi korban adalah pengguna jalan,” ungkap salah seorang warga.
Ironisnya, saat dimintai klarifikasi, jajaran Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi justru memilih bungkam. Baik Kepala Dinas, Sekretaris, hingga Kepala Bidang terkait enggan memberikan keterangan resmi. Bahkan, salah satu kepala bidang disebut-sebut memblokir nomor WhatsApp awak media yang mencoba melakukan konfirmasi.
Sikap tertutup tersebut semakin menambah tanda tanya besar publik. Pasalnya, proyek dengan dana besar yang seharusnya memberikan manfaat jangka panjang justru menimbulkan masalah baru. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab kerusakan maupun langkah konkret dari pemerintah daerah untuk menangani permasalahan jalan rusak yang berulang ini.
Masyarakat berharap ada transparansi, serta ketegasan dari pihak berwenang untuk mengusut tuntas kualitas proyek agar kejadian serupa tidak terus terulang.






