BOGOR, LingkarJabar – Ribuan muslimin muslimat (Mustami) dari berbagai wilayah Bogor, Jakarta, Sukabumi, Depok, Banten, Bekasi dan luar Jawa Barat menghadiri Gebyar Malam 27 Ramadhan yang diadakan oleh Majelis Sholawat Sirrul Musthofa Saada Ba’alawi pimpinan Sayyid Muhammad Haidar Shahab Kampung Sempur Kaler No.16 Kota Bogor, Jawa Barat, pada Rabu 26 Maret 2025.
Acara ini digelar dalam rangka memeriahkan 10 hari terakhir Ramadhan, dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan diantaranya pembagian Takjil,, buka puasa bersama, sholat magrib berjamaah, sholat Isya Berjamaah,sholat Tarawih berjamaah, Thadarussan dan santunan anak yatim.
Selain kegiatan tersebut, panitia Gebyar malam 27 Ramadhan juga menyiapkan berbagai doorprice seperti 6 tiket umroh gratis, 3 sepeda motor dan banyak hadiah lainnya.
Pimpinan Majlis Sholawat Sirrul Musthofa Saada Ba’alawi, Sayyid Muhammad Haidar Shahab mengatakan bahwa acara ini merupakan bagian dari program tahunan yang dilaksanakan oleh Majlis Sholawat Sirrul Musthofa Saada Ba’alawi setiap menyambut malam 27 Ramadhan dalam menyambut datangnya malam lailatul Qadar.
Sayyid Muhammad Haidar Shahab juga mengatakan bagaimana keutamaan malam 27 Ramadhan sangat diharapkan sebagai malam Lailatul Qadar.seperti yang dijelaskan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Ustaimin berikut:
Sebagaimana dijelaskan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Ustaimin berikut:
ﻭﻫﻮ ﺃﻥ ﻟﻴﻠﺔ ﺳﺒﻊ ﻭﻋﺸﺮﻳﻦ ﺃﺭﺟﻰ ﻣﺎ ﺗﻜﻮﻥ ﻟﻴﻠﺔ ﺍﻟﻘﺪﺭ ﻓﻴﻬﺎ، ﻛﻤﺎ ﺟﺎﺀ ﺫﻟﻚ ﻓﻲ ﺻﺤﻴﺢ ﻣﺴﻠﻢ ﻣﻦ ﺣﺪﻳﺚ ﺃُﺑﻲّ ﺑﻦ ﻛﻌﺐ -ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ
Artinya: “Malam ke-27 adalah malam yang paling diharapkan sebagai malam lailatul qadar, sebagaimana pada hadits Ubay bin Ka’ab radhiallahu ‘anhu”.
Pendapat serupa juga dinyatakan oleh salah seorang sahabat Nabi SAW bernama Ubay bin Ka’ab. Dia mengatakan Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-27 Ramadhan sebagaimana dijelaskan dalam hadis berikut ini:
وَ وَاللَّهِ إِنِّي لَأَعْلَمُ أَيُّ لَيْلَةٍ هِيَ هِيَ اللَّيْلَةُ الَّتِي أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بِقِيَامِهَا هِيَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ
Artinya: “Demi Allah aku tahu kapan malam itu, yaitu malam yang kita diperintahkan oleh Rasulullah untuk menghidupkannya, yaitu malam kedua puluh tujuh.”
Selaras dengan itu, diriwayatkan oleh Mu’awiyah bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-27 Ramadhan. Berikut hadisnya:
ﻟَﻴْﻠَﺔُ ﺍﻟﻘَﺪْﺭِ ﻟَﻴْﻠَﺔُ ﺳَﺒْﻊٍ ﻭﻋِﺸْﺮﻳﻦَ
Artinya: “Lailatul qadar pada malam kedua puluh tujuh.”
Dengan begitu, keutamaan malam ke-27 Ramadhan yaitu diyakini bertepatan dengan malam Lailatul Qadar. Pada malam tersebut umat muslim dianjurkan untuk menghidupkannya.
Kendati demikian, kepastian mengenai malam lailatul qadar tidak ada yang mengetahui kecuali Allah SWT. Sebagai manusia, kita hanya bisa berusaha dan berikhtiar untuk mengejarnya.
Pendapat terkuat menyebutkan bahwa malam Lailatul Qadar terjadi pada 10 terakhir bulan Ramadhan. Dan malam itu bisa berpindah-pindah di setiap tahunnya.
Sebagaimana dijelaskan Ibnu Hajar Al- Asqalani berikut:
ﺃﺭﺟﺢ ﺍﻷﻗﻮﺍﻝ ﺃﻧﻬﺎ ﻓﻲ ﻭﺗﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﺸﺮ ﺍﻷﺧﻴﺮﺓ ﻭﺃﻧﻬﺎ ﺗﻨﺘﻘﻞ
Artinya: “Pendapat terkuat bahwa lailatul qadar pada malam ganjil 10 hari terakhir dan berpindah-pindah
Makna Malam Lailatul Qadar
Dilansir dari buku ‘Meraih Keagungan Lailatul Qadar’ oleh Dr Muhammad Yusran Lc MA, malam Lailatul Qadar memiliki beragam makna. Untuk mengetahuinya lebih lanjut, berikut penjelasan selengkapnya:
1. Lailatul Qadar Malam yang Mulia dan Agung
Malam lailatul Qadar disebut sebagai malam yang agung dan mulia. Makna tersebut ditunjukkan berdasarkan firman Allah SWT berikut ini:
وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ
Artinya: “Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?” (Q.S. al-Qadr: 2
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Artinya: “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (Q.S. al-Qadr:3)
Malam Lailatul Qadar disebut mulia karena pada saat itu Allah SWT menurunkan Al-Qur’an yang dibawa oleh malaikat kepada Nabi Muhammad SAW.
2. Lailatul Qadar Malam yang Sempit
Selanjutnya, malam Lailatul Qadar bermakna malam yang sempit sebab bumi pada malam tersebut menjadi penuh dan sesak karena banyaknya malaikat yang turun. Sebagaimana dijelaskan dalam hadis riwayat Ahmad berikut ini:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ: إِنَّهَا لَيْلَةُ سَابِعَةٍ أَوْ تَاسِعَةٍ وَعِشْرِينَ إِنَّ الْمَلَائِكَةَ تِلْكَ اللَّيْلَةَ فِي الْأَرْضِ أَكْثَرُ مِنْعَدَدِ الْحَصَى (رواه أحمد)
Artinya: “Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda tentang lailatulqadar, “Sesungguhnya lailatulqadar pada malam dua puluh tujuh atau dua puluh sembilan, sesungguhnya jumlah malaikat pada malam itu di bumi lebih banyak dari jumlah batu kerikil” (H.R. Ahmad dan dinyatakan hasan oleh Albani dalam Silsilah al- Shahihah no 2205)
3. Lailatul Qadar Malam Penetapan
Malam Lailatul Qadar disebut juga sebagai malam penetapan dan keputusan. Sebab pada malam ini, Allah SWT menetapkan apa yang akan terjadi pada tahun tersebut hingga tahun berikutnya.
Ketetapan itu seperti hujan, rezki, hidup, mati, dan hal penting lainnya. Makna tersebut dipilih oleh banyak ahli tafsir dari kalangan salaf seperti Abdullah bin Abbas, Hasan al-Bashri, Mujahid, Said bin Jubair, dan Qatadah.
Sebagaimana dijelaskan pada firman Allah SWT berikut:
حم (1) وَالْكِتَابِ الْمُبِينِ (2) إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ(3) فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ )
Artinya: “Haa Miim. Demi Kitab (al-Quran) yang menjelaskan, sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi (lailatulqadar) dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu ditetapkan segala urusan yang penuh hikmah.” (Q.S. al-Dukhaan: 1-4)
Keutamaan Malam Lailatul Qadar
Malam Lailatul Qadar yang diyakini jatuh pada 27 Ramadhan ini memiliki sejumlah keutamaan khusus. Berikut di antaranya:
1. Malam Diturunkannya Al-Qur’an
Malam Lailatul Qadar merupakan malam diturunkannya al-qur’an sebagai petunjuk umat manusia. Al-qur’an ini juga merupakan sebab dari kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Sebagaimana firman Allah SWT berikut ini:
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةٍ مُّبٰرَكَةٍ اِنَّا كُنَّا مُنْذِرِيْنَ ٣
Artinya: “Sesungguhnya Kami (mulai menurunkannya pada malam yang diberkahi (Lailatulqadar). Sesungguhnya Kamilah pemberi peringatan.” (QS al-Dukhan:3)
2. Lebih Baik dari Seribu Bulan
Keutamaan malam mulia ini yakni lebih baik daripada seribu bulan. Maka, barangsiapa yang beribadah pada malam ini maka itu lebih baik dari orang yang beribadah 1000 bulan.
Dijelaskan dalam firman Allah SWT berikut ini:
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Artinya: “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (Q.S. al-Qadr:3)
3. Malam Diampunkan Dosa-dosa
Seseorang yang beribadah di malam Lailatul Qadar akan diampuni dosa-dosanya yang tekah lampau. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut:
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ (متفق عليه)
Artinya: “Barangsiapa yang beribadah pada lailatulqadar karena iman dan mengharapkan pahala maka niscaya akan diampunkan dosanya yang telah lampau”(H.R. Bukhari dan Muslim)
4. Para Malaikat Turun ke Bumi
Para malaikat termasuk malaikat Jibril turun ke bumi pada malam lailatul Qadar. Sehingga penduduk bumi mendapat kemuliaan dan penghormatan yang besar berupa kebaikan, berkah, dan rahmat dari langit.
Sebagaimana firman Allah SWT berikut:
تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ ٤
Artinya: “Pada malam itu turun para malaikat dan Rūḥ (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.”
5. Penuh Kesejahteraan
Malam Lailatul Qadar disebut sebagai malam penuh kesejahteraan dan hal itu berlangsung hingga terbit fajar. Sebagaimana firman Allah berikut:
سَلٰمٌۛ هِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِࣖ ٥
Artinya: “Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar.”
Nah itulah malam 27 ramadhan yang diyakini menjadi malam lailatul Qadar. Jadi malam ini kami Makjlis Sholawat Sirrul Musthofa Saada Ba’alawi menyambut malam Lailatul Qadar dengan sholawat dan Thadarusan.(red)






