BOGOR, LingkarJabar – Forum Komunikasi Masjid dan Pondok Pesantren (FKMP) bersama Forkopimcam dan Majlis Ulama Indonesia (MUI) kembali menggelar kegiatan Gerakan Subuh Berjamaah (GSB) ke 43 di masjid besar Al Aziim Desa Wates jaya.minggu subuh (15/02/2026) diikuti dan dihadiri oleh DKM Masjid Besar Al Aziim, ketua Apdesi,ketua PGRI, ketua PWRI, tokoh agama dan para jamaah.
Ketua FKMP Cigombong, KH.Ading Ahmad Nazir mengatakan Kegiatan subuh berjamaah adalah gerakan ibadah salat Subuh di masjid secara bersama-sama, yang sering dirangkaikan dengan doa qunut nazilah, dzikir, dan pengajian/tausiyah singkat untuk mempererat silaturahmi. Gerakan ini bertujuan meningkatkan disiplin, keimanan, dan ketaqwaan, serta sering dilakukan sebagai agenda rutin untuk membangkitkan semangat beribadah umat Islam di waktu subuh.
Keutamaannya adalah melaksanakan salat subuh berjamaah setara dengan shalat semalaman penuh dan pelakunya disaksikan langsung oleh malaikat.
Selain salat dua rakaat, kegiatan ini kerap diisi dengan dzikir pagi, membaca Al-Qur’an, dan tausiyah/ceramah agama.
Adapun tujuan sosialnya GSB ini Menjadi sarana silaturahmi, memperkuat persatuan, serta membangun generasi muda yang disiplin melalui kebiasaan bangun pagi dan Kegiatan ini dianggap sebagai salah satu barometer kebangkitan umat Islam dan sarana memakmurkan masjid.
Dalam kesempatan tersebut H.Ading menyampaikan bahwa gerakan Subuh berjamaah (GSB) sudah berjalan kurang lebih 3 tahun dan sebanyak 43 masjid dan pondok pesantren yang telah di datangi di wilayah kecamatan Cigombong.dan pagi ini kita melaksanakan GSB dimasjid besar Al Aziim Desa Wates Jaya.
Lanjut Ading, Gerakan ini sering dilakukan bersamaan dengan kajian, ceramah hikmah subuh, dan penguatan jamaah oleh ketua MUI.begitu juga dengan program program pemerintah disampaikan langsung oleh pemerintah kecamatan Cigombong.adapun untuk keamanan dan ketertiban pihak Polsek Cigombong yang menyampaikan.
Ia juga mengatakan, dengan GSB dapat membentuk kebiasaan masyarakat berjamaah sholat subuh di masjid dan rutin dilakukan, terutama dalam jangka waktu tertentu (seperti 40 hari) dan ini akan mendarah daging bagi jamaah.
Kegiatan GSB akan terus dilaksanakan bersama pemerintah kecamatan Cigombong dan Majlis Ulama Indonesia (MUI) dalam syiar Islam.
Ketua FKMP berharap kedepannya kegiatan GSB ini akan terus bertambah.dan GSB menjadi momentum kita dan masyarakat untuk lebih tergerak lagi bersama sama dalam melaksanakan sholat subuh di masjid.” Paparnya
Sementara itu ketua DKM Masjid Al Aziim, H.Jaya mengapresiasi kegiatan Gerakan Sholat Subuh Berjamaah yang dilakukan oleh Forum Komunikasi Masjid dan Pondok Pesantren (FKMP) bersama pemerintah kecamatan Cigombong
Ia berharap, GSB ini bisa terus berjalan sebagai ajang silaturahmi dan penguatan antara ulama dan umaro serta ketaqwaan kepada Allah SWT.(RN)






