BANJAR , LingkarJabar – Kegiatan reses anggota DPRD Kota Banjar, Rossi Hernawati, yang dikemas dalam nuansa silaturahmi kemasyarakatan di Lingkungan Katapang, Kelurahan Purwaharja, Kecamatan Purwaharja, Selasa (31/3/2026), menjadi ruang hangat bagi warga untuk menyampaikan aspirasi, khususnya terkait pemberdayaan generasi muda.
Dalam suasana penuh kebersamaan, warga dari berbagai kalangan hadir dan duduk bersama dalam dialog terbuka. Silaturahmi yang terjalin tidak hanya mempererat hubungan antara masyarakat dan wakil rakyat, tetapi juga membuka ruang komunikasi yang lebih jujur mengenai kondisi yang dihadapi pemuda di lingkungan tersebut.
Sejumlah warga mengungkapkan bahwa generasi muda di Katapang memiliki potensi besar, baik di bidang keterampilan, kreativitas, maupun semangat berwirausaha. Namun, potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya terfasilitasi secara optimal.
Minimnya pelatihan keterampilan, kurangnya pendampingan usaha, serta terbatasnya ruang bagi pemuda untuk berkarya menjadi beberapa persoalan yang mencuat dalam forum tersebut.
“Pemuda di sini sebenarnya punya kemauan untuk berkembang, tapi masih butuh arahan dan dukungan nyata,” ujar Agus seorang warga dalam dialog tersebut.
Aspirasi yang disampaikan tidak hanya sebatas harapan, tetapi juga mencerminkan keinginan masyarakat agar pemerintah dan DPRD dapat menghadirkan program yang lebih menyentuh kebutuhan riil pemuda. Warga berharap adanya pelatihan kerja, pengembangan usaha kreatif, hingga pembinaan komunitas sebagai wadah positif bagi generasi muda.
Menanggapi hal itu, Rossi Hernawati menegaskan bahwa kegiatan reses menjadi momentum penting untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat. Ia menyebut, pendekatan melalui silaturahmi memberikan ruang yang lebih cair sehingga warga dapat menyampaikan kebutuhan mereka tanpa sekat.
“Silaturahmi ini menjadi jembatan untuk memahami harapan masyarakat, terutama pemuda. Aspirasi yang disampaikan akan kami dorong agar bisa direalisasikan melalui program yang tepat sasaran,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa pemuda memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Oleh karena itu, pemberdayaan pemuda harus diarahkan pada peningkatan kapasitas, kemandirian ekonomi, serta keterlibatan aktif dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa hasil reses ini akan menjadi bahan penting dalam pembahasan di tingkat legislatif, sehingga dapat diintegrasikan dalam program pembangunan daerah ke depan.
Kegiatan yang berlangsung di Kota Banjar ini menjadi cerminan bahwa silaturahmi tidak hanya memperkuat hubungan sosial, tetapi juga menjadi sarana efektif dalam menyerap aspirasi masyarakat.
Dari pertemuan sederhana tersebut, tersimpan harapan besar agar generasi muda dapat tumbuh menjadi lebih mandiri, kreatif, dan berdaya saing dengan dukungan nyata dari berbagai pihak.(Johan Wijaya)






