SUKABUMI, LingkarJabar– Iqbal Salim, warga Kampung Cireundeu, RT 15 RW 04, Desa Bojongjengkol, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengalami kejadian yang tidak menyenangkan saat menawarkan beasiswa kuliah untuk putrinya. Mantan ibu mertua Iqbal, Oneng, mengancam akan melaporkan Iqbal ke polisi jika ia berani lagi datang ke rumahnya.
Iqbal mengaku bahwa dirinya dipisahkan secara paksa dengan putrinya sejak berusia setahun oleh kedua mantan mertua, Oneng dan almarhum Badrudian alias Embad. Hal ini menyebabkan putrinya tidak mengenal Iqbal sebagai ayah kandungnya. Iqbal juga menyatakan bahwa dirinya sering mengalami intimidasi dan pengeroyokan oleh para oknum instansi dan aparat yang memiliki kepentingan.
“Saat itu, saya menemui mantan ibu mertuanya. Mendengar tawaranku, dia meluapkan emosinya mau melaporkan saya kepolisi Bojonglopang kalau saya berani lagi datang kerumahnya,” kata Iqbal.
Oneng juga menghardik Iqbal dengan kata-kata kasar, “Ah, tidak perlu kuliah, perempuan hanya ujungnya dapur dan kawin.” cetusnya.
Iqbal merasa sangat sedih dan kecewa dengan perlakuan mantan ibu mertua terhadap dirinya. Ia hanya ingin memberikan yang terbaik untuk putrinya, namun malah diancam dan dihardik. “Saya hanya ingin memberikan kesempatan yang baik untuk putri saya, namun malah diancam dan dihardik,” ungkap Iqbal.
Iqbal juga mengungkapkan bahwa dirinya memiliki dua laporan di Polres Sukabumi yang masih mangkrak dan tidak jelas perkembangannya. Laporan tersebut terkait dengan pemalsuan surat pernyataan talak dan dokumen kependudukan milik mantan istrinya. Iqbal merasa bahwa kasus ini tidak ditangani dengan serius oleh pihak kepolisian.
“Intinya, mereka berharap saya celaka, termasuk ditahun 2016, rumah tempat saya mengontrak di Kampung Cirenudeu, pernah ditebarkan berbagai jenis narkoba, diduga mau menjebak saya kasus narkoba,” ungkap Iqbal. Ia merasa bahwa dirinya menjadi korban dari permainan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
Iqbal berharap agar kasus ini dapat ditangani dengan serius dan putrinya dapat memiliki masa depan yang cerah. Ia juga berharap agar pihak kepolisian dapat memproses laporan-laporannya dengan baik dan memberikan keadilan bagi dirinya.
Dengan demikian, Iqbal berharap agar masyarakat dapat memahami kesulitan yang dialaminya dan memberikan dukungan kepada dirinya dan putrinya. Ia juga berharap agar kasus ini dapat menjadi perhatian bagi pihak berwenang untuk menangani kasus-kasus serupa dengan lebih serius. (Wn)






