BANJAR, LingkarJabar – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Banjar menggelar rapat diperluas untuk mematangkan pelaksanaan Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah Anak Ranting (Musanran), Kamis, 12 Februari 2026. Rapat berlangsung di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kota Banjar dan dihadiri pengurus DPC serta Pengurus Anak Cabang (PAC) se-Kota Banjar.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Banjar, Nana Suryana, mengatakan Musran dan Musanran merupakan tahapan lanjutan konsolidasi organisasi setelah pelaksanaan Kongres, Konferda, Konfercab, dan Musancab.
“Sekarang kita menuju Musran dan Musanran. Musyawarah ranting untuk membentuk kepengurusan di tingkat desa atau kelurahan, sedangkan musyawarah anak ranting untuk tingkat RW,” kata Nana.
DPC, menurut Nana, memberi waktu satu minggu kepada PAC di setiap kecamatan untuk melakukan konsolidasi dan persiapan. Targetnya, seluruh struktur kepengurusan di tingkat desa dan RW sudah terbentuk lengkap pada Maret 2026.
Ia menyebut penataan ulang kepengurusan diperlukan karena struktur periode 2019–2024 yang diperpanjang hingga 2025 mengalami perubahan.
“Ada yang meninggal dunia, pindah domisili, atau tidak lagi aktif. Karena itu perlu penataan ulang. Yang masih aktif kita berdayakan, yang tidak aktif kita ganti,” ujarnya.
Nana menilai PAC memiliki peran penting dalam pembentukan ranting dan anak ranting karena lebih memahami kondisi wilayah serta kader di tingkat bawah. DPC akan berkoordinasi dengan PAC di setiap kecamatan agar proses pembentukan kepengurusan berjalan efektif.
Konsolidasi struktural hingga tingkat RW, kata dia, juga menjadi bagian dari strategi pemetaan wilayah dan penempatan kader. Dengan struktur yang lebih solid, program-program partai di bidang kerakyatan, lingkungan, kebencanaan, pendidikan, dan kesehatan diharapkan dapat dijalankan lebih dekat dengan masyarakat.
Ia berharap keberadaan pengurus di tingkat akar rumput benar-benar dirasakan manfaatnya. Setiap pengurus akan diberi tugas sesuai bidang masing-masing agar dapat hadir dan memberi solusi di lingkungannya.
“Kehadiran partai harus terasa di tengah masyarakat,” harapnya. (Johan Wijaya)






