Berita  

Menata Arah Langkah Pemuda Cigombong Ke Depan, R.E Irwan Somantri Hadiri Dirkusus Bersama Nyala Suara Pemuda Cigombong

BOGOR, LingkarJabar – Perilaku konsumsi informasi digital pemuda di era disinformasi mencerminkan tantangan besar sekaligus peluang untuk membangun masyarakat yang lebih kritis dan sadar informasi. Dalam lautan konten digital yang penuh jebakan, pemuda Cigombong tidak boleh menjadi korban pasif. Mereka harus menjadi agen perubahan, pembela kebenaran, dan memberikan informasi yang akurat.hal tersebut dikatakan R.E Irwan Somantri saat menghadiri Dirkusus yang diadakan oleh Nyala Suara Pemuda Cigombong. bertempat di Wisma Joglo RT 01/ 01 Desa Cigombong.sabtu (19/07/2025)

Menurut Camat, pendidikan literasi digital, pembudayaan verifikasi, dan penguatan kesadaran etis dalam bermedia sosial harus menjadi prioritas agar generasi muda Cigombong mampu menavigasi dunia informasi dengan kecerdasan, keteguhan moral, dan keberanian kritis yang memadai.

Dengan adanya kegiatan Diskusus Pemuda Cigombong hari ini saya sangat mengapresiasi karena selain hal tadi.pemuda juga merupakan generasi penerus bangsa.pemuda harus tampil dan bisa ambil bagian disetiap even even baik ditingkat Desa, kecamatan maupun tingkat kabupaten Bogor dan bisa bersinergi dengan pemerintahan.ungkap Camat Cigombong

Camat juga menjelaskan, kalau dii era digital yang serba cepat dan terkoneksi, pemuda memiliki akses yang luar biasa luas terhadap informasi. Dengan hanya beberapa ketukan di layar gawai, jutaan konten dari seluruh dunia dapat diakses dalam hitungan detik. Namun, kemudahan ini menyimpan paradoks yang kompleks: di tengah limpahan informasi, kemampuan memilah kebenaran justru semakin diuji. Era digital telah melahirkan fenomena disinformasi dan mis informasi yang masif, menantang kemampuan literasi media generasi muda dan membentuk pola konsumsi informasi yang berpotensi membahayakan tatanan sosial, demokrasi, dan integritas berpikir.

Kegiatan Diskusus ini saya lihat luar biasa, karena dengan kegiatan Dirkusus ini bisa untuk membahas secara menyeluruh bagaimana perilaku konsumsi informasi digital oleh pemuda terbentuk dalam lingkungan informasi yang tidak selalu akurat. Selain itu, untuk membedah faktor-faktor yang memengaruhi konsumsi informasi, konsekuensi sosial dari disinformasi, serta strategi yang dapat ditempuh untuk membangun kesadaran kritis di kalangan pemuda sebagai pengguna digital paling dominan saat ini.

Saya berharap dengan kegiatan Dirkusus hari ini.pemuda pemuda Cigombong bisa memberikan kontribusi nyata dan bermanfaat tidak hanya untuk masyarakat akan tetapi untuk pemerintah kecamatan Cigombong yang moncorong dan kabupaten Bogor Istimewa.(iy)