Maju Jadi Calon Kades Nagrak Selatan, Ade Djarot Prioritaskan Pembangunan Sumber Daya Manusia

 

SUKABUMI. LINGKAR JABAR – Pemilihan Kepala Desa adalah pelaksanaan kedaulatan Rakyat di Desa dalam rangka memilih Kepala Desa yang bersifat langsung, umum, bebas, rahasia, dan adil. Kepala Desa dipilih langsung oleh Warga Desa guna mewujudkan demokrasi dan menyalurkan hak dan kewajiban dalam pemilihan.

Salah satu Desa yang menggelar PILKADES tahun ini adalah Desa Nagrak Selatan Kecamatan Nagrak Kabupaten Sukabumi. Yang mana di hari ini adalah hari akhir masa kampanye dan akan memasuki masa tenang. Selasa 19/09/2023

Darmawan Susanto atau yang akrab di sapa Ade Djarot dengan nomor urut 1 gelar kampanye di hari terakhir dengan cara door to door Menuju GERBANG PERUBAHAN (Gerakan Pembangunan dan Perubahan) Desa Nagrak Selatan.

“Saya sebagai calon kepala desa nagrak selatan mensosialisasikan supaya kita bisa di terima oleh masyrakat dengan cara door to door dan bisa mengetahui keinginan ataupun permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat secara langsung.

“Adapun keinginan masyarakat sangat normatif saja, yah seperti bikin surat di permudah kemudian memang yang sangat membutuhkan harus dibantu, dan tidak di beda-bedakan mau itu milih saya atau tidak tetap itu masyarakat intinya meraka menuntut keadilan sosial bagi seluruh rakyat nagrak selatan.” Ucap Ade Djarot.

Saat disinggung terkait niat dan motivasi mencalon diri sebagai calon kepala desa Nagrak Selatan Ade Djarot menjawab memprioritaskan untuk Pembangunan sumber daya manusia.

” Kita ingin memajukan nagrak, Karena hari ini nagrak sendiri tidak ada iconnya,, bidang olahraga juga saya liat banyak kemunduran, dari kesenian juga terkenalnya diluar, orang nagrak sendiri tidak ada, maka kita prioritas kepada pembangunan sumber daya manusianya hari ini dengan menghadirkan guru-guru Agama, kesenian, olahraga dan mentor-mentor kemudian juga para konsultan-konsultan mendidik anak-anak remaja yang memang punya potensi untuk memajukan desa nagrak selatan, intinya saya prioritaskan kepada sumber dayanya, karena kalau untuk infrastruktur itu udah jelas anggarannya kemana, tapi kalau untuk sumber daya manusia bagi saya ini PR yang berat.” Pungkas Ade Djarot.

Redaktur || Wahidin