BOGOR, LingkarJabar – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bogor mengadakan rapat kerja (raker) perdana untuk tahun 2025.
Raker ini bertujuan untuk merumuskan berbagai program kerja ke depan, dan berlangsung di salah satu hotel di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, pada Sabtu dan Minggu 26-27 April 2025. Acara ini diikuti oleh 21 KORMI Kecamatan (Kormicam) dan 48 Induk Organisasi Olahraga (Inorga).
Ketua KORMI Kabupaten Bogor, Rieke Iskandar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa raker ini menjadi forum penting untuk membahas agenda dan kegiatan, baik di tingkat kecamatan maupun Inorga.
Rieke, yang akrab disapa Akew, juga menegaskan bahwa Kormicam yang tidak menghadirkan perwakilan dalam raker ini akan dipertimbangkan untuk diganti. Pasalnya, dari total 40 Kormicam yang ada, hanya 21 yang hadir dalam rapat tersebut.
“Saya harus tegas, Kormicam yang tidak hadir, atau tidak mengirimkan perwakilan, lebih baik diganti saja,” tegas Akew.
Sebaliknya, ia menjanjikan apresiasi bagi Kormicam yang aktif berpartisipasi, termasuk kemungkinan mendapatkan tambahan bantuan.
Menurut Akew, raker ini menjadi momen krusial untuk menentukan arah dan strategi KORMI Kabupaten Bogor ke depan, dalam rangka membesarkan dan memperkuat organisasi.
“Raker ini sangat penting untuk kemajuan KORMI maupun Kabupaten Bogor,” ujarnya.
Pada kesempatan ini, Akew juga memperkenalkan rencana terobosan baru berupa digitalisasi organisasi, dengan tujuan memperkuat sistem administrasi dan kinerja KORMI.
“Kita akan melakukan digitalisasi dan merapikan organisasi,” jelas Akew, yang juga pernah mencalonkan diri sebagai Bupati Bogor.
Sementara itu, Ketua KORMI Provinsi Jawa Barat, Denda Alamsyah, dalam arahannya menegaskan bahwa raker merupakan amanah organisasi untuk memastikan jalannya roda organisasi secara baik dan terarah.
Denda juga mendukung sikap tegas Akew terkait pergantian pengurus Kormicam yang tidak aktif.
“Kalau tidak bisa berlari, saya setuju untuk diganti,” tegas Denda. (IY)






