BANJAR, LingkarJabar – Setelah sekian lama tanpa keputusan dan solusi terkait kisruh di tubuh Karang Taruna tingkat Kota Banjar, tiga ketua Karang Taruna kecamatan akhirnya menemui Wali Kota Banjar, selaku pembina organisasi, untuk meminta arahan serta penyelesaian agar permasalahan ini tidak berlarut-larut dan berujung pada perpecahan di kepengurusan. Pertemuan tersebut berlangsung pada Kamis 27 Maret 2025.
Hadir dalam pertemuan itu, selain Wali Kota Banjar, juga Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), Pengurus Karang Taruna Provinsi tingkat kota sekaligus Majelis Pertimbangan Karang Taruna (MPKT), Sekretaris Jenderal Karang Taruna Kota Banjar, serta tiga ketua Karang Taruna kecamatan dari Langensari, Banjar, dan Purwaharja.
Menanggapi kisruh yang terjadi, Wali Kota Banjar, Sudarsono, menekankan pentingnya penyelesaian melalui mekanisme organisasi. Ia menilai konflik ini terjadi akibat kurangnya komunikasi antar pengurus, sehingga masalah terus berlarut tanpa kejelasan.
Kepala Dinas Sosial P3A, Hani Supartini, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengetahui permasalahan tersebut sejak Februari, setelah tiga ketua kecamatan mengajukan mosi tidak percaya terhadap Ketua Karang Taruna Kota Banjar. Pihaknya juga telah mengadakan pertemuan dengan mereka dan menyarankan agar komunikasi antar pengurus diperbaiki sebagai langkah awal penyelesaian.
MPKT sekaligus Pengurus Karang Taruna Provinsi tingkat kota, Agus Sumitra, menegaskan bahwa masalah ini harus segera diselesaikan. Jika tidak ada jalan lain, ia membuka kemungkinan digelarnya Temu Karya Luar Biasa sebagai solusi terakhir.
Ketua Karang Taruna Kecamatan Banjar, Dede Hasanudin, meminta Wali Kota untuk turun tangan langsung dalam penyelesaian konflik. Ia menegaskan bahwa mosi tidak percaya yang diajukan memiliki dasar kuat, mengingat kondisi kepengurusan tingkat kota yang dinilai tidak sehat.
Senada dengan itu, Ketua Karang Taruna Kecamatan Langensari, Ahmad Nursodik, menyatakan bahwa upaya penyelesaian internal telah dilakukan, namun tidak membuahkan hasil lantaran Ketua Karang Taruna Kota Banjar, Deni Herdiandi, dinilai acuh dan tidak menunjukkan itikad baik dalam menyelesaikan permasalahan.
Hal serupa disampaikan Ketua Karang Taruna Kecamatan Purwaharja yang menginginkan agar konflik ini segera diselesaikan sebelum melebar ke tingkat desa/kelurahan dan subunit. Jika perlu, ia juga mendukung digelarnya Temu Karya Luar Biasa.
Mosi tidak percaya yang diajukan tiga kecamatan terhadap Ketua Karang Taruna Kota Banjar ini dikhawatirkan akan memperparah ketidakstabilan organisasi jika tidak segera ditindaklanjuti. (Joe)






