Berita  

Isu Standar Dapur MBG di Jabar Mengemuka, Satgas Kota Banjar Akui Data Belum Lengkap

 

BANJAR, LingkarJabar – Isu ratusan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Barat yang disebut belum memenuhi standar seperti Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan fasilitas mess mulai menjadi sorotan. Di Kota Banjar sendiri, Satgas MBG mengakui hingga kini data resmi terkait kondisi tersebut belum sepenuhnya diterima.

Ketua Satgas MBG Kota Banjar, Soni Harison, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil rilis resmi karena proses verifikasi di lapangan masih berlangsung.

“Masih on process, belum semuanya terdata. Ada beberapa kelengkapan yang memang belum terpenuhi, jadi data rilis resmi belum kami dapatkan,” ujar Soni saat dimintai keterangan.

Meski isu mengenai dapur MBG yang belum memenuhi standar santer beredar, Soni menyebut Satgas di tingkat kota tidak memiliki kewenangan untuk menghentikan operasional dapur.

“Kewenangan kami tidak sampai pada penghentian operasional. Itu berada di tingkat koordinator wilayah (Korwil),” katanya.

Di sisi lain, pengawasan terhadap dapur MBG disebut tetap berjalan melalui pendampingan sejumlah instansi teknis, termasuk Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan.

Menurut Soni, pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan pengelolaan dapur memenuhi aspek kesehatan, sanitasi, serta dampak lingkungan.

“Sudah ada pendampingan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan agar standar yang ditetapkan bisa dipenuhi secara bertahap,” jelasnya.

Pemerintah Kota Banjar juga disebut menargetkan adanya sistem evaluasi terhadap dapur MBG. Evaluasi tersebut rencananya akan menggunakan sistem grading sesuai arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN).

“Pak Wali Kota selaku pembina Satgas menargetkan akan ada semacam grading terhadap dapur MBG. Itu sesuai arahan dari BGN dan akan dilakukan bertahap,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait kabar adanya dua dapur SPPG yang disebut belum memenuhi standar, Soni menyebut pihaknya belum bisa memastikan karena belum menerima hasil resmi pemeriksaan.

“Kami belum bisa menyampaikan secara resmi karena hasilnya belum kami terima. Informasi yang beredar masih sebatas isu,” katanya.

Namun demikian, ia memastikan setiap temuan yang muncul akan dilaporkan kepada pihak terkait, termasuk koordinator wilayah serta pengelola dapur.

“Kami tetap akan menyampaikan ke Korwil dan pengelola SPPG agar kekurangan yang ada bisa segera dilengkapi,” ujarnya.

Satgas MBG Kota Banjar juga memastikan sejumlah fasilitas yang sebelumnya belum tersedia, seperti mess bagi petugas dapur, saat ini mulai dilengkapi secara bertahap oleh pengelola (Johan Wijaya)