PANGANDARAN, LingkarJabar – Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran menggelar simulasi manajemen rekayasa penataan pariwisata berbasis lalu lintas untuk mengurai kemacetan di kawasan wisata, khususnya Pantai Barat. Langkah ini disiapkan guna menjaga kelancaran arus kendaraan sekaligus meningkatkan kenyamanan wisatawan pada masa libur dan jam kunjungan puncak.
Kepala Dinas Perhubungan Pangandaran Nana Sukarna mengatakan simulasi dilakukan sebagai bagian dari strategi pengaturan arus kendaraan di kawasan wisata. Menurut dia, penataan lalu lintas diperlukan agar aktivitas pariwisata tetap berjalan tanpa memicu kepadatan berlebih di titik rawan macet.
“Simulasi ini untuk memastikan pengaturan lalu lintas di kawasan wisata, terutama Pantai Barat, lebih tertib dan terkontrol saat peaktime kunjungan wisatawan,” kata Nana, Senin, 16 Februari 2026.
Dalam skema yang diuji coba, hotel yang memiliki lahan parkir memadai diperbolehkan menampung kendaraan tamu di area masing-masing. Adapun hotel yang tidak memiliki kantong parkir cukup diarahkan memanfaatkan Lahan Eks Pasar Wisata sebagai lokasi parkir alternatif.
Untuk wisatawan yang tidak menginap, kendaraan hanya diperbolehkan menurunkan penumpang di area pantai. Setelah itu, kendaraan wajib diparkirkan di Lahan Eks Pasar Wisata guna mencegah penumpukan di sepanjang ruas jalan kawasan Pantai Barat.
Dishub juga mengatur pergerakan bus pariwisata. Pada jam kunjungan puncak, bus tidak diperkenankan memasuki ruas Jalan Pantai Barat dan diarahkan parkir di Lahan Eks Pasar Wisata yang disiapkan sebagai kantong parkir terpusat.
Sementara itu, parkir kendaraan roda dua milik wisatawan disebar di lima titik, yakni depan Hotel Grand Palma Horison, area Parkir Nanjung Asri, Parkir Nanjung Sari, lahan kosong samping Melia Beach Hotel, serta kawasan Pangandaran Skatepark. Adapun parkir roda dua bagi pelaku usaha ditata di 14 titik sesuai kelompok masing-masing.
Nana menegaskan, kebijakan tersebut bukan untuk membatasi kunjungan wisatawan, melainkan menata arus kendaraan agar lebih tertib.
“Kami berharap wisatawan tetap nyaman, pelaku usaha berjalan, dan arus lalu lintas di kawasan wisata Pangandaran lebih aman serta terkendali,” ujarnya. (Agus Giantoro)






