Berita  

Bupati Pangandaran Ajak Siswa Kenal Dunia Tani Sejak Dini

Bupati Pangandaran Ajak Siswa Kenal Dunia Tani Sejak Dini. Foto: ist/LJ

PANGANDARAN, LingkarJabar — Pemerintah Kabupaten Pangandaran memulai program penanaman jagung sebagai bagian dari implementasi pembelajaran ekologi di seluruh satuan pendidikan. Kegiatan kick off digelar di SMP Negeri 2 Parigi, Rabu, 18 Februari 2026, dan dihadiri unsur forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) serta sejumlah perangkat daerah.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, Wakil Bupati Pangandaran, Kapolres Pangandaran, Komandan Kodim 0625 Pangandaran, Ketua Komisi IV DPRD Pangandaran, para asisten daerah, kepala dinas terkait, para camat se-Kabupaten Pangandaran, serta Kepala Desa Cintaratu. Total undangan tercatat sebanyak 24 orang.

Citra mengatakan kegiatan penanaman jagung yang melibatkan siswa bukan sekadar aktivitas pertanian, tetapi juga sarana pembentukan karakter. Menurut dia, proses menanam hingga panen dapat mengajarkan nilai kesabaran, disiplin, kerja keras, dan tanggung jawab.

“Dari kegiatan sederhana seperti ini, anak-anak belajar menghargai proses, terlibat langsung menjaga lingkungan, serta memperoleh pembelajaran yang dekat dengan kehidupan sehari-hari,” kata Citra dalam sambutannya.

Ia menilai metode pembelajaran yang efektif adalah yang bersentuhan langsung dengan praktik nyata. Melalui keterlibatan siswa dalam kegiatan pertanian, nilai-nilai karakter diharapkan terbentuk secara alami. Pemerintah daerah, kata dia, mendukung program kolaborasi antara Dinas Pendidikan dan Dinas Pertanian tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat dikembangkan, termasuk penanaman pohon dan tanaman lainnya.

Citra juga menyoroti menurunnya minat generasi muda terhadap profesi petani. Ia berharap melalui kegiatan ini para siswa dapat kembali mengenal dunia pertanian dan membuka peluang menjadi petani sukses di masa depan.

“Ke depan saya berharap peserta didik tidak hanya memiliki kompetensi di bidang pertanian, tetapi juga mampu mengelola keuangan secara mandiri,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Pangandaran Soleh mengatakan seluruh siswa dilibatkan dalam program tersebut sebagai bagian dari edukasi praktik pertanian.

“Jumlah siswa sekitar 138 ribu dan semuanya kita libatkan. Penanaman jagung dilaksanakan di sekitar 786 sekolah,” kata dia.

Menurut Soleh, program ini dilatarbelakangi kekhawatiran semakin sedikitnya generasi muda yang tertarik pada sektor pertanian, padahal sektor tersebut berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan. Karena itu, pengenalan pertanian dilakukan sejak dini melalui pembelajaran yang terstruktur, mulai dari pemilihan lahan, benih, perawatan tanaman, hingga panen.

Setelah masa panen, siswa juga akan mendapatkan edukasi pengelolaan keuangan. Pemerintah daerah berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengenalkan pengelolaan hasil panen secara mandiri kepada para siswa.

Program penanaman jagung ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan Dinas Pertanian yang menyediakan bibit bagi sekolah-sekolah. Pemerintah Kabupaten Pangandaran menilai pengenalan ketahanan pangan sejak usia sekolah menjadi investasi jangka panjang bagi generasi muda. (Agus Giantoro)