SUKABUMI, LingkarJabar – Sudah satu tahun berlalu sejak bencana pergeseran tanah melanda Desa Lembursawah, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi. Namun hingga kini, masyarakat terdampak masih hidup dalam ketidakpastian, tanpa kejelasan terkait relokasi dan masa depan tempat tinggal mereka.
Rumah yang dahulu menjadi tempat berlindung kini hanya menyisakan puing dan kenangan. Selama setahun terakhir, warga terpaksa bertahan dalam kondisi serba terbatas. Sebagian hidup berpindah-pindah, menumpang di rumah kerabat, atau tinggal di hunian sementara yang jauh dari kata layak. Rasa takut akan keselamatan, kekhawatiran terhadap masa depan anak-anak, serta tekanan ekonomi menjadi beban yang terus mereka rasakan setiap hari.
Ketidakpastian relokasi bukan hanya persoalan tempat tinggal, tetapi juga menyangkut martabat serta hak dasar masyarakat untuk hidup dengan aman dan layak. Warga mengaku hingga saat ini belum ada kejelasan pasti terkait rencana relokasi dari pihak terkait, meskipun sebelumnya sempat ada harapan yang disampaikan oleh Menteri Desa. Namun, harapan tersebut belum terwujud dalam langkah nyata.
Kondisi ini menimbulkan luka batin mendalam bagi masyarakat. Mereka merasa penderitaan yang dialami perlahan dilupakan seiring berjalannya waktu.
Sebagai bentuk ikhtiar mencari kejelasan, pada 30 Januari lalu masyarakat telah melayangkan surat permohonan audiensi kepada Bupati Kabupaten Sukabumi. Namun hingga saat ini, surat tersebut belum mendapatkan balasan secara langsung.
Ketua Forum Masyarakat Desa Lembursawah, Randi Firmansyah, menyampaikan kekecewaannya atas situasi tersebut.
“Tanggal 30 Januari kami melayangkan surat audiensi kepada Bapak Bupati Kabupaten Sukabumi. Namun sangat disayangkan sampai saat ini belum ada balasan. Surat tersebut justru diarahkan kepada Sekretaris Daerah. Kami sudah mengonfirmasi kapan bisa berjumpa dan bersilaturahmi, tetapi belum ada jawaban yang pasti. Seolah-olah pemerintah daerah menutup mata dan telinga terhadap permasalahan ini,” ujar Randi.
Melalui pernyataan ini, masyarakat Desa Lembursawah memohon perhatian langsung serta kehadiran Bupati Kabupaten Sukabumi untuk melihat kondisi warga secara nyata di lapangan. Kehadiran pemimpin daerah dinilai sangat penting sebagai bentuk kepedulian, penguatan moral, sekaligus langkah awal untuk memberikan kepastian dan solusi konkret terkait relokasi.
Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata agar mereka dapat kembali hidup dengan aman, layak, dan bermartabat. (Wahidin)






