Berita  

Banjar Car Free Night Jadi Pembuka Jalan, Sudarsono Dorong Event Rutin Bulanan

Banjar Car Free Night Jadi Pembuka Jalan, Sudarsono Dorong Event Rutin Bulanan. Foto: Johan Wijaya/LJ

BANJAR, LingkarJabar – Banjar Car Free Night (BCFN) dinilai menjadi pembuka jalan bagi kebangkitan ruang publik sekaligus penguatan ekonomi kerakyatan di Kota Banjar. Melihat antusiasme masyarakat dan perputaran ekonomi yang signifikan, Wali Kota Banjar H. Sudarsono berencana mendorong kegiatan tersebut menjadi agenda rutin bulanan.

“Ke depan kita upayakan sebulan sekali. Memang kita mulai di Januari, kemudian Februari Alhamdulillah bisa terlaksana lagi. Nanti momentumnya akan kita sesuaikan dengan agenda dan kesiapan,” ujar Sudarsono. Sabtu (14/2/2026) kepada awak media.

Menurutnya, keberhasilan BCFN tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor. Ia menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian yang menggagas kegiatan tersebut, kemudian diteruskan dan diperkuat oleh pemerintah daerah karena melihat respons positif dari masyarakat.

“Saya berterima kasih kepada Pak Kapolres atas gagasannya. Ini saya teruskan karena memang disambut baik oleh masyarakat. Alhamdulillah kerja sama terus berjalan dan setiap pelaksanaan menjadi bahan evaluasi untuk lebih baik lagi,” katanya.

Dari sisi ekonomi, BCFN memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Setiap kegiatan mampu melibatkan sekitar 100 hingga 150 pelaku UMKM, dengan ragam produk mulai dari kuliner hingga kerajinan.

Pada dua pelaksanaan awal, transaksi tercatat cukup fantastis. Dalam kondisi cuaca yang mendukung dan antusiasme warga yang tinggi, perputaran uang disebut mencapai sekitar Rp300 juta dalam satu malam.

“Respon masyarakat bagus sekali, kebetulan tidak hujan. Itu bisa sampai Rp300 juta dalam satu malam,” ungkapnya.

Tak hanya terpusat di satu titik, Pemkot Banjar juga membuka peluang pelaksanaan serupa di wilayah lain seperti Langensari, dengan konsep yang bisa disesuaikan skala dan kebutuhannya. Langkah ini diharapkan memperluas dampak ekonomi serta pemerataan hiburan rakyat.

Sudarsono optimistis, jika dikelola konsisten dan terjadwal, BCFN dapat menjadi agenda unggulan kota yang bukan hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi lokal. Pemerintah pun mendorong masyarakat untuk terus mendukung dan meramaikan kegiatan tersebut.

“Mudah-mudahan kalau sudah mulai, masyarakat langsung turun dan meramaikan. Insya Allah,” pungkasnya.

Dengan semangat kolaborasi, Banjar Car Free Night tak sekadar menjadi panggung hiburan, melainkan pintu masuk menuju penguatan ekonomi berbasis kerakyatan di Kota Banjar. (Johan Wijaya)