Bogor, LingkarJabar – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Ketahanan Pangan kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Istimewa bertempat di lapangan bola Desa Tugu Jaya,Kecamatan Cigombong, kabupaten Bogor.Kamis (10/09/2026)
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya membantu masyarakat kecamatan Cigombong mendapatkan bahan pangan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus menekan laju inflasi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, Andri Hadian mengatakan bahwa pelaksanaan GPM merupakan arahan Bupati Bogor Bapak Rudi Susmanto untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.
“Hari ini kami melaksanakan kegiatan Gerakan Pangan Murah sesuai arahan Bapak Bupati melalui Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor. Tujuannya untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan pokok yang murah dan berkualitas, sekaligus sebagai upaya pengendalian inflasi,” jelasnya.
Pada tahun 2026, GPM Istimewa direncanakan akan dilaksanakan sekitar 58 kali oleh Dinas Ketahanan Pangan. Hingga saat ini, kegiatan tersebut telah digelar kurang lebih 56 kali. Selain itu, masing-masing kecamatan juga ditargetkan melaksanakan GPM sebanyak 11 kali dalam satu tahun. Jika ditotal, hingga akhir tahun pelaksanaan GPM diperkirakan mencapai sekitar 490 hingga 500-an kali kegiatan di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.
“Adapun komoditas yang dijual dalam GPM meliputi beras, telur, minyak goreng, gula dan daging ayam,”
Harga yang ditawarkan lebih murah dibandingkan harga pasar karena adanya subsidi atau fasilitas distribusi pangan dari Pemerintah Kabupaten Bogor, dengan besaran kurang lebih Rp4.000 per kilogram untuk komoditas tertentu.
Pada GPM Istimewa kali ini, kegiatan diikuti lebih dari 500 warga. Adapun stok yang disediakan sebanyak 5 ton, daging ayam 100 kilogram, daging sapi 100 kilogram, minyak goreng 1.000 liter, telur 700 kilogram, gula 1.000 kilogram.
“Dalam pelaksanaannya, GPM tidak menggunakan sistem paket. Warga dapat membeli komoditas sesuai kebutuhan masing-masing, dengan pembatasan jumlah pembelian guna pemerataan, misalnya maksimal dua kemasan per orang untuk komoditas tertentu,” terang Indra
Sementara itu, Kepala Desa Tugu Jaya, M.Rifky Abdilah mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Menurutnya, GPM ini sangat membantu masyarakat kecamatan Cigombong khususnya desa Tugu Jaya. terutama karena harga sembako lebih murah dibandingkan di pasar.
“Terima kasih pak Bupati Bogor, program ini benar-benar membantu kami, khususnya ibu-ibu rumah tangga,” ujar Kades
kades berharap,kegiatan Gerakan Pangan Murah Istimewa ini bisa menjadi program bulanan untuk Desa Tugu Jaya.melihat kondisi masyarakat, jumlah penduduk dan juga desa yang berada di perbatasan dengan kabupaten Sukabumi.
Menurutnya, tingginya antusiasme warga terlihat dari antrian yang mencapai ratusan orang hingga stok cepat habis.
Melihat kondisi antusiasnya masyarakat.ini bisa menjadi pertimbangan Desa Tugu Jaya mendapatkan perhatian khusus untuk kegiatan program Gerakan Pangan Murah ini.” Paling tidak dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor kepada pemerintah desa Tugu Jaya bisa mengadakan kegiatan GPM ini satu bulan sekali ” harapnya (Iy)






