Berita  

Lapas Banjar Musnahkan Barang Terlarang, Perkuat Komitmen Zero HALINAR

Lapas Banjar Musnahkan Barang Terlarang, Perkuat Komitmen Zero HALINAR. Foto: Doc. Humas Lapas Banjar/LJ

BANJAR, LingkarJabar – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banjar terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang bersih, aman, dan bebas dari praktik terlarang. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan apel bersama, pembacaan ikrar Zero HALINAR (Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba), serta pemusnahan barang bukti hasil razia, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan ini turut melibatkan unsur TNI dan Polri sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan. Kehadiran aparat penegak hukum tersebut menjadi simbol kuat kolaborasi dalam mendorong reformasi sistem pemasyarakatan yang lebih transparan dan akuntabel.

Dalam kegiatan tersebut, Lapas Banjar memusnahkan berbagai barang terlarang hasil razia sepanjang tahun 2026. Barang sitaan didominasi oleh handphone ilegal, serta sejumlah barang lain yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam blok hunian.

Kepala Lapas Banjar, Tutut Prasetyo, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen nyata dalam menegakkan aturan tanpa kompromi. Ia menyebut, pemusnahan barang bukti bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk transparansi kepada publik.

“Kami ingin memastikan bahwa tidak ada ruang bagi pelanggaran di dalam Lapas Banjar. Zero HALINAR adalah harga mati. Ini adalah komitmen yang harus dijalankan secara konsisten oleh seluruh jajaran,” ujar Tutut.

Ia menambahkan, penguatan komitmen ini juga menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan. Menurutnya, lingkungan yang bersih dari handphone ilegal, pungutan liar, dan narkoba akan menciptakan sistem pembinaan yang lebih optimal bagi warga binaan.

“Dengan lingkungan yang tertib dan bebas dari gangguan, proses pembinaan dapat berjalan lebih efektif. Ini bukan hanya soal penegakan aturan, tetapi juga tentang menciptakan perubahan yang lebih baik bagi warga binaan,” tambahnya.

Proses pemusnahan dilakukan dengan cara dihancurkan dan dibakar hingga barang tidak dapat digunakan kembali. Kegiatan tersebut disaksikan langsung oleh jajaran pejabat struktural, pegawai Lapas Banjar, serta perwakilan TNI dan Polri.

Salah satu perwakilan aparat yang hadir menyatakan dukungannya terhadap langkah tegas tersebut. Ia menilai, sinergi antara Lapas, TNI, dan Polri merupakan kunci dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya di lingkungan pemasyarakatan.

Ke depan, Lapas Banjar berkomitmen untuk terus melakukan razia secara berkala serta memperketat pengawasan sebagai langkah deteksi dini. Upaya ini diharapkan mampu menjaga kondisi tetap kondusif sekaligus memperkuat integritas institusi di mata publik. (Johan Wijaya)