Berita  

Diterjang Angin Kencang, Tiang Listrik di Mangunjaya Pangandaran Roboh

Diterjang Angin Kencang, Tiang Listrik di Mangunjaya Pangandaran Roboh. Foto: Ist/LJ

PANGANDARAN, LingkarJabar – Bencana angin puting beliung melanda Desa Mangunjaya, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu (10/1/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Terjangan angin kencang tersebut mengakibatkan sejumlah bangunan milik warga mengalami kerusakan cukup parah.

Peristiwa bermula ketika hujan deras mengguyur wilayah setempat. Tak lama berselang, angin berputar disertai hembusan kencang datang dari arah selatan dan menerjang bangunan parkir yang menggunakan rangka baja ringan. Akibatnya, atap bangunan terlepas, beterbangan, dan menghantam bangunan di sekitarnya.

Berdasarkan data sementara, dua bangunan parkir, satu rumah warga, serta dua tiang listrik dilaporkan mengalami kerusakan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Salah seorang warga terdampak, Maya, mengungkapkan saat kejadian dirinya sedang berada di dalam rumah. Ia mengaku terkejut ketika atap bangunan parkir terbang dan menimpa rumahnya.

“Saat hujan deras, tiba-tiba datang angin berputar seperti puting beliung. Atap bangunan parkir terbang dan menimpa rumah saya,” ujar Maya.

Ia menambahkan, dampak angin kencang tersebut menyebabkan tembok dapur rumahnya roboh dan atap rumah mengalami kerusakan berat. Kerugian yang dialaminya ditaksir mencapai lebih dari Rp10 juta.

“Kerugiannya sekitar Rp10 juta lebih karena atap rumah hancur. Harga material kayu juga sulit dipastikan,” katanya.

Meski mengalami kerugian material, Maya mengaku bersyukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Mangunjaya, Suhuri, mengatakan pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut kepada instansi terkait guna penanganan lebih lanjut.

“Upaya sementara kami sudah melaporkan kejadian ini kepada pihak-pihak terkait,” kata Suhuri.

Ia memperkirakan total kerugian akibat bencana angin puting beliung tersebut secara keseluruhan mencapai ratusan juta rupiah.

“Jika ditaksir secara total, kerugian diperkirakan sekitar Rp500 juta,” pungkasnya. (Agus Giantoro)