Berita  

Pemuda Karang Taruna Banjar Didorong Jadi Benteng Ideologi Bangsa

Lagi, Pemuda Karang Taruna Banjar Didorong Jadi Benteng Ideologi Bangsa. Foto: Johan Wijaya/LJ

BANJAR, LingkarJabar – Derasnya arus informasi di era digital dinilai menjadi tantangan tersendiri bagi ketahanan ideologi bangsa. Generasi muda dituntut memiliki pemahaman kebangsaan yang kokoh agar tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham yang bertentangan dengan jati diri nasional.

Penegasan tersebut disampaikan Anggota MPR RI, Agun Gunandjar, saat menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama pemuda Karang Taruna se-Kota Banjar, Jumat (9/1/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman itu diikuti sekitar 100 peserta dari Karang Taruna tingkat kota, kecamatan, hingga desa dan kelurahan.

Agun menekankan bahwa tantangan kebangsaan saat ini tidak hanya bersifat fisik, melainkan juga menyasar aspek ideologi, karakter, dan persatuan bangsa, terutama di kalangan generasi muda. Kemajuan teknologi digital dan media sosial, menurutnya, harus disikapi secara kritis dengan berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.

“Pemuda harus memiliki filter ideologis yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi menyesatkan yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila,” tegas Agun.

Ia menjelaskan, Empat Pilar MPR RI yang meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pemahaman yang utuh terhadap keempat pilar tersebut dinilai penting sebagai benteng ideologi di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

Selain itu, Agun mendorong pemuda Karang Taruna untuk aktif berperan dalam kehidupan sosial kemasyarakatan serta menjadi teladan dalam mengamalkan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan masing-masing.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kota Banjar, Deni Herdiandi, mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, pembekalan nilai kebangsaan sangat relevan bagi pemuda yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat karakter dan semangat kebangsaan kader Karang Taruna agar mampu berkontribusi positif dalam menjaga persatuan dan kondusivitas di Kota Banjar,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung secara dialogis. Para peserta terlihat antusias mengikuti pemaparan materi serta aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai isu kebangsaan di kalangan pemuda, seperti literasi digital dan toleransi sosial, turut menjadi sorotan dalam diskusi.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan pemuda Karang Taruna Kota Banjar semakin siap menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan, kebhinekaan, dan keutuhan bangsa di tengah tantangan zaman. (Johan Wijaya)