PANGANDARAN, LingkarJabar – Pembangunan Jembatan Sodongkopo di Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, kembali dilanjutkan setelah sempat mangkrak lebih dari satu tahun. Proyek strategis ini kini memasuki tahap kedua dengan alokasi anggaran sebesar Rp55,4 miliar.
Jembatan Sodongkopo dirancang menghubungkan Desa Batukaras dengan berbagai fasilitas vital, mulai dari layanan kesehatan hingga pendidikan. Selain mempercepat waktu tempuh masyarakat, desain melengkung yang khas diharapkan menjadikan jembatan ini ikon baru wilayah Pangandaran.
Tahap pertama pembangunan sebelumnya telah menyerap anggaran Rp74 miliar. Target awal penyelesaian proyek sebenarnya pada Desember 2023, namun baru dilanjutkan kembali dan kini dikebut agar rampung pada 2025.
Menurut rencana, jembatan ini akan menjadi jalur penghubung strategis antara Bandara Nusawiru dengan destinasi wisata Pantai Batukaras. Dengan desain melengkung yang menawan, jembatan tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur transportasi, tetapi juga menawarkan daya tarik visual yang bisa dinikmati dari kejauhan.
Pengurus Rukun Nelayan Nusawiru, Yayat Hidayat, menyebut keberadaan jembatan tersebut akan memangkas waktu tempuh secara signifikan.
“Kalau jembatan ini beres, dari Nusawiru ke Batukaras hanya butuh 1 menit saja. Saat ini kami harus memutar hingga 30 menit,” kata Yayat, Jumat 26 September 2025.
Ia menambahkan, informasi dari pekerja proyek menyebutkan jembatan ditargetkan selesai pada 2025. “Itu menjadi harapan kami dan warga Desa Batukaras agar mobilitas lebih lancar,” ujarnya.
Selain mempercepat akses menuju kawasan wisata, keberadaan Jembatan Sodongkopo juga akan mempermudah masyarakat menuju Puskesmas Cijulang, mempersingkat perjalanan pelajar ke SMK Cijulang dan SMA Parigi, serta memperlancar akses warga ke Pasar Cijulang.
Dengan rampungnya pembangunan jembatan ini, masyarakat setempat berharap aktivitas sehari-hari semakin mudah, sekaligus mendorong pertumbuhan sosial dan ekonomi di kawasan Pangandaran.






