Berita  

Viral di Media Sosial, Dugaan Pungli Harga Baju Olahraga Batik Koko SMPN 1 Cigombong Capai Rp 970 Ribu

Sumber Gambar dari Facebook Baraya Cigombong

BOGOR, LingkarJabar – Warganet ramai membicarakan harga baju olahraga batik koko di SMPN 1 Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang disebut mencapai Rp 970 ribu . Isu ini mencuat usai unggahan seseorang viral di media sosial Grup Facebook bernama Baraya Cigombong. Postingan tersebut memicu perdebatan dan sorotan publik.

Dalam unggahan yang beredar, Akun Facebook tersebut menuliskan keluhannya terkait mahalnya harga perlengkapan sekolah yang diwajibkan pihak sekolah. Selain baju olahraga batik koko, disebutkan pula adanya beberapa jenis seragam lain dengan harga yang dinilai di atas rata-rata.

Adapun tulisan dalam postingan tersebut. “Semoga Hidayah Menyertai Bapak2 Komite SMPN 1 Cigombong Pak Deden Beserta Pak Kepsek Oknum lainnya Perihal Baju Olahraga Batik Koko Rp 970 ribu,- “Bubarkan Komite Sekolah dan Pecat Kepsek SMPN 1 Cigombong”

Kabar ini memancing beragam reaksi dari warganet. Sebagian mempertanyakan transparansi dan alasan harga yang dianggap tinggi, sementara yang lain mendesak pemerintah daerah untuk turun tangan.

Salah satu pemilik akun Kang Feri berkomentar dalam postingan tersebut yakni. 

Selain perihal harga paket seragam siswa kelas satu diminta sumbangan untuk pembuatan sumur Bor sebesar 60rb/siswa..saya sebagai orang yg tidak tau apa2, bukankah pembuatan sumur bor bisa dialokasikan ke dana BOS.”tulisnya.

Hal tersebut pun mendapat tanggapan dari Baraya Cigombong

Kang Feri temuan baru nich. ucapnya dalam kolom komentar.

Kedua kometar diatas pun mendapat respons dari pemilik akun Igo Riyanto

Kang Feri siapa yang minta Bro? Pihak sekolah hanya menyampaikan Kurangnya sarana Air bersih untuk murid, saran saya jangan menebar hoax jika tidak tau permasalahannya, bukannya punya nomor saya? Pemerintah tidak memberikan Alokasi dana untuk sumur bor dari BOS, ada angka 60rb juga karena diminta Orangtua murid untuk merata-ratakan, kitu Bro
Bahkan keluhan lainya juga disampaikan oleh pemilik akun  Aletha Mikhayla
Gs lunas Kabeh tapi bajuna ncan Aya wae. komentarnya.

Guna mencari kebenaran cuitan dalam media sosial Facebook tersebut, media online lingkarjabar.com berusaha mendatangi SMPN 1 Cigombong untuk klarifikasi perihal yang viral di media sosial.

Setibanya di SMPN 1 Cigombong pada Selasa 12 Agustus 2025, Salah seorang Satpam bernama Edi memberikan keterangan kepada lingkarjabar.com bahwa Kepala SMPN 1 Cigombong sedang tidak ada di tempat.

“Pak Kepsek sedang keluar, dan para guru serta humas juga sedang mengajar semua, sehingga di kantor tak ada orang,” aku Edi ketika menjawab pertanyaan wartawan lingkarjabar.com.

Edi (satpam),”kepsek tidak ada lagi keluar guru sedang mengajar semua, kalau mau ketemu sekarng mah susah karena jam belajar

Hingga berita ini diturunkan, pihak SMPN 1 Cigombong belum memberikan keterangan resmi kepada media. (red)