BANJAR, LingkarJabar – Reses masa persidangan I tahun 2025–2026 menjadi ruang bagi anggota DPRD Kota Banjar untuk menampung langsung aspirasi masyarakat. Dalam pertemuan tersebut, sejumlah persoalan mendasar mencuat, mulai dari kondisi infrastruktur jalan hingga terbatasnya peluang kerja di Kota Banjar.
Warga Cipadung menyoroti jalan menuju SMKN 2 Banjar yang sudah lama mengalami kerusakan parah. Akses jalan tersebut terakhir kali diperbaiki pada 2007 dan hingga kini belum tersentuh pembangunan.
“Sudah kecil, rusak lagi. Kami berharap pemerintah segera memperbaiki jalan ini,” kata Herdi, warga setempat saat menghadiri acara Reses yang digelar oleh salah satu anggota DPRD Kota Banjar, pada Selasa 26 Agustus 2025 malam.
Selain infrastruktur, masyarakat juga mengeluhkan minimnya lapangan kerja akibat kurangnya investor yang menanamkan modal di Kota Banjar. Mereka berharap pemerintah daerah bersama DPRD dapat menghadirkan solusi nyata demi meningkatkan kesejahteraan warga.
Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Kota Banjar, Iwa Kartiwa, menegaskan pihaknya akan memperjuangkan setiap aspirasi yang disampaikan.
“Kami tidak ingin masukan masyarakat berhenti di catatan reses saja. Jalan rusak, lapangan pekerjaan, hingga kesejahteraan masyarakat harus menjadi prioritas bersama,” tegasnya.
DPRD berharap momentum reses ini semakin memperkuat kepercayaan publik bahwa suara warga benar-benar menjadi bagian penting dalam pembangunan. Aspirasi yang disampaikan diharapkan dapat terwujud dalam bentuk program nyata demi peningkatan kualitas hidup masyarakat. (Johan Wijaya)






