Berita  

Tak Mau Seremonial, Kapolres Banjar Pilih Angkat Sampah Sendiri di Pasar

Tak Mau Seremonial, Kapolres Banjar Pilih Angkat Sampah Sendiri di Pasar. Foto: Johan Wijaya/LJ

BANJAR, LingkarJabar – Pemandangan berbeda terlihat di Kawasan Pasar Banjar, Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman, Jumat (13/2/2026) pagi. Bukan hanya petugas kebersihan yang sibuk mengangkut sampah, tetapi juga jajaran pejabat daerah turun langsung memegang sapu dan sekop. Di barisan terdepan, Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro memimpin langsung personel dalam aksi kurve kebersihan bersama Forkopimda.

Sejak pukul 07.30 WIB, Kapolres bersama Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjar, unsur DPRD, jajaran Kodim 0613/Ciamis, para kepala OPD, serta personel Polres Banjar membaur tanpa sekat jabatan. Mereka menyisir sejumlah titik pasar yang telah dibagi dalam zona pembersihan.

Bukan sekadar hadir untuk foto bersama, Kapolres terlihat aktif mengarahkan personel, mengangkat sampah dari saluran drainase, hingga memastikan tumpukan sampah di sekitar kios-kios terangkut ke armada Dinas Lingkungan Hidup. Aksi tersebut menjadi simbol komitmen bahwa aparat negara tak hanya memberi instruksi, tetapi juga memberi teladan.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 serta momentum menjelang Hari Peduli Sampah Nasional. Namun di tingkat lokal, kegiatan ini lebih dari sekadar agenda nasional—ia menjadi pesan moral bagi masyarakat bahwa kebersihan pasar adalah tanggung jawab kolektif.

Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro menegaskan bahwa pasar sebagai pusat aktivitas ekonomi harus dijaga kebersihannya agar tetap sehat dan nyaman. Menurutnya, sinergitas Forkopimda menjadi fondasi membangun kesadaran bersama.

“Kebersihan bukan hanya tugas satu instansi. Ini tanggung jawab kita semua,” tegasnya di sela kegiatan.

Kebersamaan Forkopimda yang turun langsung ke lapangan memperlihatkan soliditas lintas sektor. Tidak ada sekat struktural, semua bekerja dalam semangat gotong royong. Pesan yang ingin ditegaskan jelas: membangun kota dimulai dari hal sederhana, termasuk menjaga kebersihan lingkungan.

Kegiatan berakhir pukul 08.50 WIB dalam kondisi aman dan kondusif. Namun dampaknya diharapkan tak berhenti di satu pagi itu saja. Aksi bersih pasar ini menjadi pengingat bahwa perubahan budaya kebersihan harus dimulai dari keteladanan para pemimpin dan partisipasi aktif masyarakat.

Dengan langkah konkret tersebut, Polres Banjar bersama Forkopimda menegaskan komitmen memperkuat kolaborasi demi mewujudkan Kota Banjar yang bersih, sehat, dan semakin tertata. (Johan Wijaya)