BANJAR, LingkarJabar – Sebuah rumah milik warga di Kelurahan Muktisari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, ambruk akibat diguyur hujan deras selama dua hari berturut-turut. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis 31 Juli 2025 dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, saat sebagian besar warga masih terlelap.
Informasi dari warga menyebutkan, kondisi rumah yang sudah lapuk menjadi salah satu penyebab runtuhnya atap di bagian dapur dan kamar mandi. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Rumah tersebut dihuni oleh satu keluarga dan kini mereka terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat. Pemilik rumah diketahui bernama Saripudin, warga Lingkungan Langen RT 02 RW 01, Kelurahan Muktisari, Kecamatan Langensari.
Menurut penuturan Saripudin, saat kejadian, hujan terus mengguyur wilayah Langensari sejak dua hari sebelumnya. Ia menyebutkan bahwa tiang utama penyangga atap rumahnya sudah lama lapuk. Ia mengaku tidak mampu melakukan perbaikan karena terkendala biaya dan kondisi kesehatannya yang menurun.
“Saya sudah lima tahun sakit-sakitan, jadi tidak bisa memperbaiki sendiri. Biaya pun tidak ada,” kata Saripudin kepada awak media, Kamis 31 Juli 2025.
Setelah insiden tersebut, Saripudin segera melapor ke ketua RT setempat. Atas inisiatif warga, perbaikan darurat pun dilakukan dengan biaya seadanya.
“Yang penting sekarang ada tempat untuk mandi dan berteduh,” tambahnya.
Kejadian ini pertama kali diketahui publik setelah unggahan video peristiwa tersebut viral di media sosial, khususnya di aplikasi TikTok.
Lurah Muktisari, Asep Intan Yuliana, saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyatakan pihak kelurahan sudah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pendataan awal dan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar.
“Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD untuk penanganan lebih lanjut. Bantuan darurat seperti terpal dan logistik sementara akan segera disalurkan,” jelas Asep.
Tim BPBD Kota Banjar bersama relawan Jabar Bergerak juga telah mendatangi lokasi guna melakukan asesmen dan menyiapkan bantuan lanjutan bagi Saripudin dan keluarganya.
BPBD Kota Banjar turut mengimbau warga yang tinggal di wilayah rawan longsor atau tanah labil untuk tetap waspada. Masyarakat juga diminta segera melaporkan setiap kejadian yang berkaitan dengan bencana, terutama mengingat potensi hujan deras masih tinggi dalam beberapa hari ke depan. (Joe)






